web analytics
  

Kurangi Limbah Plastik, Mahasiswa Unpad Kembangkan Pasta Gigi Tablet

Jumat, 23 Oktober 2020 12:25 WIB Nur Khansa Ranawati
Umum - Pendidikan, Kurangi Limbah Plastik, Mahasiswa Unpad Kembangkan Pasta Gigi Tablet, Pasta Gigi Tablet,Pasta Gigi Tanlet Unpad,Pasta Gigi ramah lingkungan,Universitas Padjajaran (Unpad),inovasi Unpad

Tiga mahasiswa Unpas pengembang pasta gigi tablet, Nur Fauziana Hayuningtyas, Ayu Safitrie, dan Ayu Rahma Diana. (dok. Unpad)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Empat mahasiswa Universitas Padjadjaran mengembangkan pasta gigi unik berbentuk tablet. Pasta gigi ini diklaim lebih ramah lingkungan dibanding pasta gigi yang dijual di pasaran karena kemasannya.

Pasalnya, dengan berbentuk tablet, pasta gigi yang diberi nama "Ellite" tersebut tidak memerlukan plastik untuk kemasan sehingga berpotensi mengurangi limbah plastik.

Para mahasiswa perancang pasta gigi tablet tersebut adalah Nur Fauziana Hayuningtyas, Ayu Safitrie, dan Ayu Rahma Diana dari Fakultas Kedokteran Gigi, serta Rhayza Salsabila Mardhatillah dari Fakultas Farmasi Unpad. Penelitian mereka difasilitasi oleh Hibah Inovasi Pre-Startup Mahasiswa Unpad (Hipsmu) 2020.

“Pasta gigi itu juga menjadi penyumbang dari sampah plastik. Kami kemudian berpikir bagaimana mengatasinya. Setelah berdiskusi, ternyata pasta gigi dapat dibuat sediaan yang berbeda dengan yang sering kita lihat. Pasta gigi juga dapat dibuat dalam bentuk tablet ,” ujar Nur Fauziana Hayuningtyas atau Tyas sebagaimana yang dikutip dari laman Unpad.ac.id, Jumat (23/10/2020).

Pasta gigi Ellite dikemas dalam kemasan toples (jar) yang berisi sejumlah tablet. Untuk menggunakannya, tablet dapat langsung dikunyah dan dilanjutkan dengan menyikat gigi seperti biasa.

“Jadi tabletnya bukan ditelan, tapi memang tablet kunyah. Tabletnya dimasukkan ke mulut, dikunyah. Setelah agak berbusa, disikat menggunakan sikat gigi,” jelas Tyas.

Selain mudah digunakan dan ramah lingkungan, ia juga mengatakan produknya memiliki keunggulan kandungan zat aktif nanohidroksiapatit dan fluoride sebagai agen remineralisasi.

Menurut Tyas, saat ini belum banyak pasta gigi di pasaran yang menggunakan nanohidroksiapatit. Padahal, ia mengatakan, zat tersebut dapat menutupi lubang terkecil pada gigi karena ukurannya yang nano.

Lebih lanjut Tyas menjelaskan, untuk satu kali sikat gigi, pengguna cukup menggunakan satu tablet. Pasta gigi tablet juga dinilai dapat menjadi solusi bagi pengguna yang sedang berpergian dan merasa repot jika harus membawa pasta gigi biasa.

“Jadi untuk yang sedang travelling, tinggal bawa beberapa tablet. Jadi ini juga menghemat tempat,” ungkapnya.

Penelitian pasta gigi tablet ini pun terus dilakukan pengembangan. Evaluasi terus dilakukan untuk penyempurnaan produk untuk dapat memasuki tahapan uji klinis.

Pasta gigi tablet ini direncanakan akan dikemas dalam jar bambu karena dinilai ramah lingkungan. Dalam proses produksi kemasan, tim pun melibatkan para pengrajin di Jatinangor.

Ke depannya, selain pasta gigi, Ellite juga akan dikembangkan ke sejumlah produk kesehatan gigi lain yang lebih ramah lingkungan. Di antaranya meliputi pembuatan sikat gigi, benang gigi, dan obat kumur dari bahan dasar atau bentuk sediaan yang lebih ramah lingkungan dibandingkan yang ada di pasaran saat ini.

“Kami sebagai mahasiswa ingin berpartisipasi dalam mengurangi sampah di negara ini. Inginnya si dari hal kecil yang dari konsumsi kita sehari-hari. Harapannya kami ingin memberikan solusi bagi negeri kami sendiri,” ungkapnya.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers