web analytics
  

Survei: 89,6% Siswa Kota Bandung Bosan Belajar Daring

Jumat, 23 Oktober 2020 07:53 WIB
Bandung Raya - Bandung, Survei: 89,6% Siswa Kota Bandung Bosan Belajar Daring, Belajar Jarak Jauh,pembelajaran jarak jauh (PJJ),Belajar di Rumah,Siswa Belajar di Rumah

Guru mempersiapkan bahan pembelajaran untuk siswa belajar di rumah. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dilaksanakan di Kota Bandung sejak pandemi covid-19 berlangsung lebih didominasi oleh pemberian tugas kepada siswa. Kondisi tersebut membuat para siswa yang belajar di rumah menjadi bosan.

Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung Bambang mengatakan Disdik Kota Bandung melakukan survei tentang PJJ kepada guru, siswa dan orang tua pada periode April hingga Juli. Ada 44 ribu siswa, 4.000 orang tua siswa, dan 7.000 guru yang menjadi responden dalam survei ini.

"Salah satu item yang ditanyakan bagaimana pelaksanaan PJJ, 89,6 persen siswa bilang bosan," ujarnya di Balai Kota Bandung, Kamis (22/10/2020).

Ia mengatakan, rasa bosan muncul disebabkan terlalu banyak tugas yang diberikan dari guru. Ia mengatakan survei itu 

Kepada guru, menurutnya, pertanyaan diberikan tentang metode apa yang digunakan selama PJJ dan jawabannya, yaitu 91,8% memberikan tugas. "Survei ke 4.000 orang tua, 16,7% tidak mengerti konten dan 6,8% orang tua merasa terbebani. Selebihnya biasa-biasa," ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut hingga saat ini relatif tidak berubah banyak. Namun, ia mengatakan sudah dilakukan perbaikan-perbaikan agar PJJ tidak berjalan membosankan untuk siswa. 

Bambang menambahkan, selama pembelajaran jarak jauh berlangsung sejak Maret lalu guru sebagian besar memberikan tugas dan memanfaatkan aplikasi untuk proses belajar mengajar. Saat ini menurutnya, sudah terdapat televisi satelit 132 yang dapat digunakan oleh siswa.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers