web analytics
  

Satgas Covid-19: Penyelenggara Liga 1 Wajib Pertimbangkan Status Zona Lokasi

Jumat, 23 Oktober 2020 06:46 WIB Andres Fatubun
Umum - Nasional, Satgas Covid-19: Penyelenggara Liga 1 Wajib Pertimbangkan Status Zona Lokasi, Liga 1,Pertandingan Liga 1 Ditunda,Satgas Covid-19,Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito

Ilustrasi pertandingan Liga 1. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM - Kick off Liga 1 2020, sesuai jadwal, seharusnya dimulai awal Oktober. Namun pihak kepolisian tak mengeluarkan izin keramaian dengan alasan pandemi Covid-19 yang belum mereda. Alhasil, PSSI pun menjadwal ulang rencana lanjutan kompetisi dan berharap Liga bisa digelar November 2020.

Menanggapi persoalan tersebut Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan semua aktivitas masyarakat yang berkomitmen untuk mematuhi protokol kesehatan boleh dilakukan. Termasuk juga penyelenggaraan pertandingan liga sepakbola.

Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat jumpa pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (22/10/2020). 

"Dalam pelaksanaan liga tersebut, perlu adanya kepatuhan dari seluruh komponen penyelenggara sepakbola atau seluruh yang terkait dengan sepakbola. Federasi, klub hingga suporter," jawab Wiku. PSSI katanya saat ini telah menyusun protokol kesehatan untuk pertandingan sepakbola dengan melibatkan ahli medis dan juga sudah menganggarkan biaya untuk swab test. 

Terkait pemberian izin pertandingan sepakbola, perlu adanya koordinasi lebih lanjut antara PSSI dan PT Liga Indonesia Baru selaku pelaksana dengan pihak Kepolisian. Hal itu untuk mempertimbangkan status zonasi dimana pertandingan sepakbola akan dilakukan.

"Dan juga perlu diingat, bahwa keputusan penundaan yang dilakukan untuk keselamatan dan kesehatan kita bersama," jelas Wiku. 

Tak lupa ia kembali berpesan untuk masyarakat agar tetap menjaga jarak dan menjauhi kerumunan jelang masa libur panjang 28 - 1 November. Masyarakat juga dianjurkan untuk tidak keluar rumah dan berkerumun di tempat-tempat ramai apabila tidak ada kebutuhan yang mendesak. Masyarakat juga diminta wajib menerapkan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. 

"Setelah sekian lama, saya mengharapkan masyarakat seharusnya sudah mampu mengadaptasi kebiasaan baru di tengah situasi pandemi ini, apapun keadaannya termasuk liburan panjang," pesan Wiku. 

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers