web analytics
  

Upper Cisokan Harus Beli Lahan 6 Desa 

Kamis, 22 Oktober 2020 19:16 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, Upper Cisokan Harus Beli Lahan 6 Desa , PLN,Bupati Bandung Barat Aa Umbara,Berita Bandung Barat,Berita KBB,PLTA Upper Cisokan

ilustrasi bendungan. (ist)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Pembayaran pembebasan lahan sisa ring road mega proyek bendungan PLTA Upper Cisokan di Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB), hingga kini masih belum ada titik kejelasan. 

Padahal warga di 6 desa yang terdampak proyek PLTA Upper Cisokan berharap sejak lama agar tanah itu juga dibayar oleh PLN. Sebab kalau tidak, mereka juga tidak bisa beraktivitas di atas lahan proyek. 

Warga tersebut berada di dua desa Kecamatan Cipongkor dan empat desa di Kecamatan Rongga.

"Dua desa di Cipongkor adalah Desa Cijambu dan Desa Sirnagalih. Sementara 4 desa di Kecamatan Rongga, yakni Cicadas, Sukaresmi, Cibitung, dan Bojongsalam terdampak langsung karena wilayahnya di ring road PLN," sebut Camat Rongga Agus Rudiyanto, Kamis (22/10/2020).

Agus menerangkan, warga menuntut agar PLN merampungkan pembebasan sisa lahan sebelum proyek dilanjut. Lahan yang terdampak meliputi lahan milik warga, tanah kas desa atau tanah carik dan sebagian tanah Perhutani.

Sementara, total kebutuhan lahan bagi pembangkit energi ini sekira 350 hektare.

"Persoalan pembebasan lahan ini sudah berlangsung lama dan tidak ada kepastian. Prinsipnya kita minta kapan pihak PLN mau membereskannya karena warga dan desa butuh kejelasan," tegasnya. 

Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna mengakui, keluhan terkait pembebasan lahan PLTA Upper Cisokan sering kali diterima setiap kunjungan kerja ke wilayah Kecamatan Rongga. Untuk itu pihaknya menggelar pertemuan dengan PLN dan warga yang terdampak untuk mencari akar masalah dan kejelasan persoalan ini. 

"Tolong masalah ini diselesaikan. Kalau dibiarkan akan menjadi semakin besar, sedangkan investasi PLN juga cukup besar mencapai triliunan," ucapnya.

Sementara Manajer Pertanahan PLN Asep Irman mengatakan, persoalan pembebasan lahan untuk genangan air sudah rampung diselesaikan. 

Namun, masih ada tanah terdampak (sisa) yang belum didapatkan datanya. Tanah terdampak itu sisa dari tanah yang tercaplok untuk PLTA namun tidak bisa dimanfaatkan. 

"Kalau tanah yang di dalam bidang penlok sudah selesai, tinggal yang di luar, seperti tanah sisa. Belum kami bayar karena kalau secara aturan kan harus ada rekomendasi lagi karena datanya kita belum terima,"terangnya. 

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel terkait

dewanpers