web analytics
  

5 Aktivitas Liburan dengan Risiko Penularan Covid-19 Tinggi

Kamis, 22 Oktober 2020 18:44 WIB Andres Fatubun
Umum - Nasional, 5 Aktivitas Liburan dengan Risiko Penularan Covid-19 Tinggi, Satgas Covid-19,Libur Panjang,protokol kesehatan covid-19

Wisatawan memadati obyek wisara Pantai Pangandaran. Foto diambil sebelum masa pandemi Covid-19. (ayobandung/Irfan Al-Faritsi)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Jumlah kasus positif Covid-19 nasional mengalami pertambahan yang signifikan usai liburan panjang pada lebaran dan Hari Kemerdekaan beberapa waktu lalu. Selain itu, terjadi kenaikan absolut pada Positivity Rate atau hasil tes positif sampai 3,9% dalam kurun waktu dua minggu di tingkat nasional. 

Belajar dari pengalaman tersebut, Satgas Penanganan Covid-19, meminta masyarakat untuk waspada menyambut liburan panjang yang akan datang yaitu 29 Oktober hingga 1 Oktober. 

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19, Dr. Dewi Nur Aisyah, menjelaskan libur panjang berpotensi meningkatkan mobilitas warga yang bisa menyebabkan potensi kerumunan. Hal yang ini menjadi berbahaya jika dalam kerumunan tersebut, warga tidak menerapkan protokol kesehatan sehingga bisa meningkatkan penularan.

"Maka di setiap titik tersebut harus ada pencegahannya. 3M nya harus patuh, menjauhi kerumunan, dan mobilitasnya dibatasi tidak pergi ke tempat yang ramai. Ini akan berpengaruh," katanya dalam talk show "Covid-19 Dalam Angka: Antisipasi Penyebaran Covid-19 Saat Liburan” dari Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB, Kamis (22/10/2020) sore.  

Dewi menyebutkan sedikitnya ada lima aktivitas saat liburan dengan risiko tinggi penularan Covid-19. 

Pertama, berpergian ke tempat kerumunan atau tempat wisata yang ramai dengan pengunjung. 

Kedua, pergi berbelanja ke pusat perbelanjaan atau toko yang ramai saat libur penjang. 

Ketiga, mengikuti suatu acara atau kegiatan dalam ruangan yang ramai. 

Keempat, mengadakan pesta makan malam besar dengan orang-orang dari rumah tangga berbeda yang berasal dari wilayah yang berbeda. 

Kelima, menonton atau menyaksiakn parade, festival, atau acara berkumpul yang ramai. 

Dewi tidak melarang masyarakat untuk mengikuti acara tersebut asalkan patuh menerapkan protokol kesehatan 3M; memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan menggunakan sabun .

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers