web analytics
  

Wali Kota Cirebon: Jangan Pulang Liburan Bawa Covid-19

Kamis, 22 Oktober 2020 18:38 WIB Erika Lia
Umum - Regional, Wali Kota Cirebon: Jangan Pulang Liburan Bawa Covid-19, Berita Cirebon,covid-19 cirebon,Libur Panjang,Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis

Sejumlah orang tampak berjalan di sekitar Gedung Setda Kota Cirebon. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

CIREBON, AYOBANDUNG>COM -- Masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN) di Kota Cirebon diingatkan tak membawa 'buah tangan' berupa virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 sepulang libur panjang akhir pekan mendatang.

Pemerintah diketahui telah menetapkan libur bersama pada 28-30 Oktober 2020, bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Masa tersebut dimungkinkan akan dimanfaatkan warga, termasuk ASN, untuk berlibur.

Namun, Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis mengingatkan masyarakat, termasuk ASN, untuk berlibur dengan aman. Meski risiko penyebaran Covid-19 pada libur akhir pekan mendatang tergolong tinggi, tiada larangan bagi ASN untuk berlibur.

"Kalau mau berlibur, silakan, tapi yang aman. Jangan sampai berangkat dan keluar kota justru membawa virus Covid-19 yang bisa menularkan ke keluarga di Cirebon," pintanya seusai video conference dalam rangka antisipasi penyebaran Covid-19 saat libur panjang akhir Oktober 2020 di Balai Kota Cirebon, Kamis (22/10/2020).

Setiap orang diminta menjaga keselamatan diri demi keluarga maupun lingkungan sekitarnya. Pihaknya tak menghendaki tren kasus Covid-19 di Kota Cirebon meningkat pasca masa libur panjang akhir pekan nanti.

Karena itu, sekalipun tak ada larangan, Azis mengimbau setiap ASN bersikap bijak. Dalam situasi sekarang, menghabiskan waktu bersama keluarga di rumah setidaknya menjadi opsi terbaik.

"Kalau bisa ya sudah, liburan di rumah bersama sanak keluarga saja," cetusnya. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi menyatakan, pihaknya berencana menerapkan keharusan karantina mandiri maupun tes usap bagi ASN yang pulang berlibur. Sebelum itu, seluruh ASN yang berencana berlibur diminta melapor kepada atasannya masing-masing.

"Sebelum berlibur, lapor dulu ke atasan," katanya.

Lantas, prosedur karantina mandiri pun wajib diterapkan ASN sepulang berlibur. Mereka harus mengisolasi diri selama 14 hari dan menjalani tes usap.

Kebijakan itu diberlakukan sebagai upaya pencegahan merebaknya kluster perkantoran pasca libur panjang. Senada dengan wali kota, dia pun mengharapkan ASN bersikap bijak, walau tak ada larangan berlibur.

"Kalau tidak terlalu penting, lebih baik tidak keluar kota," imbaunya.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel terkait

dewanpers