web analytics
  

Suka Duka Jalani WFH demi Hindari Corona

Kamis, 22 Oktober 2020 10:34 WIB Rizma Riyandi
Umum - Regional, Suka Duka Jalani WFH demi Hindari Corona, Work From Home (WFH),Bekerja dari rumah,Ubah Laku,Jurnalisme Ubah Laku

Ilustrasi WFH saat pandemi Covid-19. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

SUBANG, AYOBANDUNG.COM -- Semenjak Pandemi, Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah, sudah menjadi hal lumrah bagi para karyawan. Tak terkecuali bagi Nafrah, salah satu pegawai lembaga keuangan BUMN di Subang.

Bagi sebagian orang, WFH memang terdengar menyenangkan, lantaran pegawai bisa bekerja dari rumah. Namun bagi Nafrah, WFH tak semenyenangkan yang dibayangkan.

Menurutnya, WFH banyak menghabiskan waktunya dan terkadang membuatnya tidak begitu nyaman. Lantaran, Nafrah harus mengerjakan pekerjaan yang bukan menjadi tanggung jawabnya..

Kantor Nafrah mulai menjalankan WFH sejak April. Namun WFH yang dijalankan tidak penuh, melainkan memakai sistep kerja bergantian. Dalam sepekan ia hanya WFH dua sampai tiga hari.

Jika biasanya tugas Nafrah adalah melakukan input data nasabah, saat WFH, pekerjaannya menjadi menelepon nasabah. Pekerjaannya menginput data tidak bisa dilakukan di tempat lain selain kantor karena sistem dan server data yang ia kerjakan ada di kantor.

"Ada yang bilang, kalau WFH banyak yang enggak kerja. Kalau buat saya sih justru sebaliknya. saya kerja full saat WFH. Walaupun yang saya kerjakan bukan jobdesk saya yang sebenarnya," katanya kepada Ayobandung.com, Rabu (21/10/2020).

Dia mengakui, hari pertama dan kedua WFH masih membuatnya merasa nyaman. Namun setelah melewati hampir dua pekan, WFH malah membuatnya bosan. Bahkan perempuan kelahiran 1996 itu mengaku setres gara-gara terus-terusan berada di rumah.

Beruntung WFH yang dijalankan kantornya hanya berlangsung selama hampir tiga bulan. Jadi saat ini Nafrah sudah bisa bekerja secara normal. Namun bukan tidak mungkin kebijakan WFH kembali ditetapkan jika pandemi Covid-19 menjadi lebih parah.

Meski tidak begitu menyukai WFH, Nafrah sangat setuju dengan kebijakan tersebut. Menurutnya, WFH dilakukan demi kesehatan bersama agar virus Covid-19 tidak menyebar luas.

"Walaupun WFH itu bikin setres, tetep aja ini (WFH) penting dilakukan. Dari pada kasus corona makin tambah setiap hari," ujarnya.

Selain menjalankan WFH, Nafrah juga menjalankan berbagai protokol kesehatan agar terhindar dari Covid-19. Nafrah hanya keluar rumah untuk berbelanja atau melakukan hal penting lain.

Saat keluar rumah, ia pun selalu memakai masker dan membawa hand sanitizer untuk membersihkan tangan. Di samping itu, Nafrah rajin mengonsumsi vitamin C agar daya tahan tubuhnya tidak turun.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers