web analytics
  

Penuh Haru! Kembar Trena-Treni Akhirnya Bertemu Setelah 20 Tahun

Kamis, 22 Oktober 2020 10:17 WIB Heru Rukanda
Umum - Regional, Penuh Haru! Kembar Trena-Treni Akhirnya Bertemu Setelah 20 Tahun, Trena Treni,kembar Trena Treni,kembar terpisah 20 tahun

Saudari kembar Trena-Treni saat kali pertama bertemu di Kota Tasikmalaya, Kamis (22/10/2020). (dok. Trena)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Impian dan harapan pertemuan langsung saudari kembar Trena-Treni yang terpisah selama lebih dari 20 tahun akhirnya terwujud di Kota Tasikmalaya, Kamis, (22/10/2020). Suasana haru, bahagia, dan isak tangis pun mewarnai pertemuan mereka.

Treni bersama suami dan 2 anak beserta ibunya tiba di Stasiun Kereta Api Tasikmalaya menggunakan KA Kahuripan relasi Blitar-Bandung sekitar pukul 04.25 WIB, Kamis (22/10/2020). Kedatangan Treni dan keluarga disambut ayah kandungnya Enceng Dedi (59) beserta saudara-saudara kandungnya.

Keluarga Treni pun langsung masuk ke mobil untuk menuju rumah. Saat Treni masuk ke mobil dan duduk di jok belakang, dia tidak menyadari perempuan yang duduk disampingnya adalah Trena lantaran posisinya membelakangi.

Di saat Treni duduk dengan membawa anaknya dipangkuannya, di saat itu pula Trena membalikkan posisi duduknya hingga menghadap Treni sambil melemparkan senyuman. Treni nampak terkejut. Namun, saat itu juga Trena langsung memeluk Treni dan anaknya.

Haru kebahagian saudari kembar ini pun bertambah saat keduanya saling berpelukan erat disertai isak tangis. Sesekali keduanya saling menatap tanpa sepatah kata pun yang keluar dari bibir mereka, kemudian berpelukan kembali.

Setelah lama berpelukan dan menciumi, keduanya kemudian saling menyapa menumpahkan segala rasa kerinduan. Suasana haru ini membuat kedua keluarga dari Trena maupun Treni yang berada di luar mobil pun turut terbawa suasana.

Treni tidak menyangka kakak kembarnya Trena akan datang untuk menjemputnya. Rencana awal, pertemuan keduanya bakal bertemu di rumah Trena di Kampung Cipaingen, Kelurahan Sukamaju Kaler, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya.

"Saya sangat kaget di dalam mobil ternyata sudah ada Trena. Awalnya kan direncanakan ketemu di rumah," ujar Treni.

Sementara itu, Trena mengaku sangat bahagi akhirnya bisa bertemu langsung dengan adik kembarnya. "Bahagia sekali bisa ketemu Treni dan keluarga," ungkap Trena.

Saudari kembar Trena dan Treni terpisah sejak usia 2 bulan di Ambon Maluku. Ketika itu keduanya terpisah saat terjadi kerusuhan Ambon tahun 1999 ketika orang tuanya mengikuti program transmigrasi.

Trena dibawa pulang ke Tasikmalaya dan Treni dibawa ke Blitar, Jawa Timur, oleh orang tua angkatnya.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers