web analytics
  

KemenPPPA: Ada Lebih dari 1.100 Klaster Keluarga Covid-19

Kamis, 22 Oktober 2020 08:25 WIB
Umum - Nasional, KemenPPPA: Ada Lebih dari 1.100 Klaster Keluarga Covid-19, cara mencegah klaster keluarga,klaster keluarga,Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,Penularan Covid-19

Ilustrasi alat rapid test Covid-19. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak atau KemenPPPA menyoroti tingginya klaster keluarga penularan Covid-19. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya lebih dari 1.100 klaster. Ini karena sesama anggota keluarga bisa saling menularkan Covid-19.

"Selama ini, kebanyakan masyarakat sebenarnya disiplin menjalankan protokol kesehatan 3M (menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan). Namun, berbeda ketika berada di luar rumah, ketika berada di dalam rumah bersama keluarga, mereka justru merasa bebas beraktivitas seperti tidak ada Covid-19. Hal ini sangatlah disayangkan,” tutur Sekretaris Kemen PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu, dalam siaran pers, Rabu (21/10/2020).

Padahal protokol kesehatan di dalam rumah juga sama pentingnya, khususnya mereka yang sehabis beraktivitas di luar rumah, dan di dalamnya ada anggota keluarga yang rentan alami gelaja berat saat terinfeksi Covid-19.

“Kemudian saat kembali ke rumah menularkan kepada anggota keluarga lainnya, terlebih jika di dalamnya terdapat kelompok rentan dan memiliki riwayat komorbid (penyakit penyerta)," tutur Pribudiarta.

Ini jugalah yang membuat KemenPPPA meluncurkan Gerakan BERJARAK untuk melindungi perempuan dan anak dari Covid-19. Gerakan ini dipraktikkan dalam 10 aksi untuk mencegah dan menangani jika terinfeksi virus corona penyebab sakit Covid-19.

Gerakan ini secara berkelanjutan dilakukan di 32 provinsi dan 458 kabupaten atau kota dengan tujuan untuk memastikan 10 Aksi Gerakan BERJARAK dilakukan hingga tingkat desa atau kelurahan.

Forum Anak (FA) juga dilibatkan dalam program ini, anak harus sadar mereka rentan terinfeksi ketika orangtua hingga kakak mereka pulang sehabis beraktivitas di luar rumah dan membawa virus.

“Hal ini diharapkan agar anak-anak tidak hanya menerapkan protokol kesehatan bagi dirinya sendiri, namun juga keluarganya,” jelas Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak KemenPPPA Lenny N. Rosalin.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers