web analytics
  

Hati-hati, Ini Beberapa Tanda Jantung Sedang Bermasalah

Rabu, 21 Oktober 2020 13:45 WIB Ananda Muhammad Firdaus
Gaya Hidup - Sehat, Hati-hati, Ini Beberapa Tanda Jantung Sedang Bermasalah, jantung,Serangan Jantung,tanda serangan jantung,ciri penyakit jantugn

Ilustrasi -- Serangan Jantung. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Serangan jantung adalah penyakit di mana otot jantung tidak mendapat aliran darah. Kondisi inilah yang mengganggu fungsi jantung sehingga bisa berakibat fatal.

Melansir dari berbagai sumber, selama serangan jantung terjadi, aliran darah yang tadinya normal dan memeliara bagian jantung dengan oksigen terhenti sehingga mengakibatkan otot jantung perlahan mati. Penyakit ini bahkan terjadi setiap 40 detik di Amerika.

Beberapa orang mengalami beberapa tanda sebelum mengalami serangan jantung, meskipun sebagian tidak akan merasakan tanda ini. Beberapa dari laporan menyebutkan bahwa sakit pada dada, keringat dingin, kelelahan, dan mengalami masalah pada pernapasan merupakan tanda utama sebelum terjadinya serangan jantung.

Mual juga bisa menjadi tanda sebelum terjadinya serangan jantung. Maka dari itu, kita harus hati-hati saat mengalami tanda di atas karena penyakit jantung ini merupakan kondisi medis serius di mana ketika kita terlambat atau salah menangani malah bisa berakibat kematian.

Ada beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan penyakit jantung, di antaranya adalah umur di mana bila Anda berumur lebih dari 65 maka risiko terkena serangan jantung lebih besar. Lalu ada gender, di mana menurut laporan laki-laki berisiko lebih besar terkena serangan jantung dari pada perempuan

Lalu ada riwayat keluarga dan juga ras yang bisa mempengaruhi, di mana ras keturunan Afrika memeiliki risiko yang lebih besar terkena serangan jantung. Meskipun ada beberapa faktor yang tidak bisa kita ubah mengenai penyakit jantung, tapi kita bisa mengubah beberapa faktor agar memperkecil risiko.

Faktor yang bisa kita cegah adalah dengan menghindari rokok. Lalu memakan makanan yang rendah kolesterol bisa mengurangi risiko ini. Kemudian dengan berolahraga rutin, tidak mengkonsumsi alkohol, dan juga menjaga diri agar tidak stres. (Haidar Ainurrahman)

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel terkait

dewanpers