web analytics
  

Begini Alur Pencairan BLT Pekerja Termin 2

Rabu, 21 Oktober 2020 18:24 WIB Aini Tartinia
Umum - Nasional, Begini Alur Pencairan BLT Pekerja Termin 2, ayojakarta.com,blt pekerja formal,bsu pekerja formal,Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)

ilustrasi (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah masih merampungkan pencairan bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) termin 1 untuk pekerja formal bergaji di bawah Rp5 juta, hingga akhir Oktober 2020. Setelah itu BLT atau BSU termin 2 pada November 2020 dan Desember 2020 akan disalurkan.

“Yang jelas ini masih ada sebagian yang akan disalurkan sampai akhir Oktober ini. Tapi itu merupakan wave pertama atau gelombang pertama,” ujar Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi dan Transformasi Ekonomi (Satgas PEN), Budi Gunadi Sadikin, dalam siaran pers di YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (21/10/2020).

BLT atau BSU termin 1 memang sudah disalurkan secara bertahap selama September 2020 hingga Oktober 2020. Dari total anggaran Rp37,87 triliun, nominal bantuan yang sudah disalurkan mencapai Rp13,99 triliun (per pekan kedua Oktober 2020) atau sektar 36,9% dari total alokasi. Bantuan ini telah menyentuh sebanyak 11,6 juta pekerja.

Kemudian, berlanjut ke penyaluran termin 2 pada November 2020 hingga Desember 2020, pekerja formal bakal kembali mendapat BLT atau BSU Rp1,2 juta. Jadi, totalnya, setiap pekerja akan mendapatkan dana bantuan sebesar Rp2,4 juta.

Tak hanya itu, pemerintah juga sedang memperluas cakupan penerima BLT atau BSU. Khusus akhir Oktober 2020, pencairan dana bantuan bakal difokuskan untuk guru dan tenaga pendidik honorer. Rencananya, BLT atau BSU ini akan dilanjutkan kembali pada 2021.

Berdasarkan data Kemnaker per 19 Oktober 2020, BLT atau BSU untuk pekerja dan buruh formal termin 1 sudah disalurkan dengan komposisi sebagai berikut:

Tahap 1 sebanyak 2.485.687 penerima (99,43%)

Tahap 2sebanyak 2.981.531 penerima (99,38%)

Tahap 3 sebanyak 3.476.120 penerima (99,32%)

Tahap 4 sebanyak 2.620.665 penerima (94,09%);

Tahap 5 sebanyak 602.468 penerima (97,39%).

Berikut ini alur pencairan BLT atau BSU untuk pekerja dan buruh formal termin 1 yang Ayojakarta.com sarikan dari penjelasan BPJS Ketenagakerjaan dan Kemnaker:

Pertama: Perusahaan melalui bagian yang mengurus sumber daya manusia (SDM) mendata pekerja yang terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan dan memiliki gaji di bawah Rp5 juta per bulan. Bagian SDM atau human resources development (HRD) mengumpulkan nomor rekening para calon penerima.

Kedua: HRD mengirimkan data nomor rekening para calon penerima BLT pekerja kepada BPJamsostek.

Ketiga: BPJS Ketenagakerjaan melakukan validasi terhadap rekening calon penerima BLT pekerja dalam tiga tahap.

Keempat: Setelah tiga tahapan validasi selesai, data nomor rekening calon penerima BLT untuk pekerja diserahkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan.

Kelima: Sesuai dengan petunjuk teknis penyaluran BLT untuk pekerja, Kemnaker memiliki kesempatan sampai 4 hari untuk melalukan check list.

Keenam: Selesai check list, dana nomor rekening calon penerima BLT pekerja diserahkan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

Ketujuh: KPPN menyalurkan BLT kepada bank penyalur yakni bank yang masuk menjadi anggota Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara).

Kedelapan: Bank Himbara lantas menyalurkan BSU ke rekening penerima secara langsung, baik itu rekening bank sesama bank Himbara, maupun rekening bank swasta termasuk BCA.

Dengan mengikuti alur tersebut, untuk para guru agama bukan PNS (honorer) sebagai calon penerima BLT Rp1,2 juta yang memiliki rekening bank swasta termasuk Bank BCA dipastikan membutuhkan waktu lebih panjang karena harus melalui transfer antarbank. Penjelasan tentang hal itu berulang kali disampaikan oleh Bank BCA melalui akun Twitter resmi mereka @HaloBCA dalam berbagai kesempatan.

Mengikuti alur pencairan BLT atau BSU untuk pekerja termin 1 itu, langkah di butir pertama dan butir keenam tentu tidak diperlukan lagi. Prosesnya tinggal dari KPPN kepada Bank Himbara kemudian ditransfer ke rekening penerima yang memang sudah terdaftar di termin 1.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus
dewanpers