web analytics
  

Pengamat Kepolisian Singgung Cara Orba saat Provokasi Mahasiswa

Rabu, 21 Oktober 2020 17:21 WIB
Umum - Nasional, Pengamat Kepolisian Singgung Cara Orba saat Provokasi Mahasiswa, Orde Baru,Polri,Provokasi,demonstrasi,demonstrasi rusuh,Brimob,Omnibus Law

Tangkap layar video viral polisi berpakaian preman aniaya anggota brimob saat tangkap pria diduga mahasiswa terkait aksi demo tolak UU Ciptaker di Jambi. (Youtube/TTS TeTap Semangat)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies Bambang Rukminto merespons video viral terkait dugaan anggota Brimob di Jambi yang menyamar sebagai mahasiswa dan menyusup di tengah-tengah aksi demo untuk memprovokasi massa agar rusuh.

Dia pun mengkritik cara-cara aparat kepolisian yang menyusupkan anggotanya untuk memprovokasi massa yang berunjuk rasa menolak Omnimbus Law Undang-undang Cipta Kerja di berbagai daerah. Cara kepolisian yang memprovokasi massa agar terjadi kerusuhan dalam penanganan aksi demonstrasi disinggungnya merupakan cara-cara aparat era pemerintahan otoriter orde baru.

"Bila melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat itu sudah jadi etos semua anggota polisi. Tidak ada itu upaya-upaya memprovokasi massa dengan menyusup ke dalam aksi, cara-cara seperti itu sih sudah biasa di era orde baru, kok sekarang masih dilakukan," kata Bambang kepada Suara.com, Rabu (21/10/2020).

Menurutnya, kekinian personel kepolisian banyak yang tak paham tugas pokok dan fungsi atau tupoksinya sesuai UU nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian. Jika hal itu dipahami oleh setiap anggota polri, maka kata dia, aparat justru mengayomi dan melayani masyarakat dalam menyampaikan pendapat.

"Peran Intelkam di kepolisian itu dalam rangka mengamankan, bukan memprovokasi seperti dalam strategi kontra intelejen," ujarnya.

Lebih lanjut, Bambang minta kepolisian agar lebih profesional dan tidak melakukan cara-cara era orde baru dalam penanganan aksi massa.

"Sosial masyarakat sudah berubah, kontrol masyarakat juga makin kuat. Tak bisa lagi menutup-nutupi keburukan seperti di zaman dulu dengan menutup akses informasi maupun media," jelasnya.

Polisi Pukul Polisi

Sebelumnya, seorang perwira polisi disinyalir menyamar sebagai mahasiswa ditangkap dan dipiting oleh polisi berpakaian preman di tengah-tengah aksi demonstrasi. Peristiwa tersebut terekam kamera hingga videonya viral di jejaring media sosial.

Video berdurasi 2 menit 6 detik itu salah satunya diunggah oleh akun Twitter @Wongso_Soebali pada Selasa (20/10/2020) sekira pukul 22.05 WIB. Sejak diunggah, video itu kekinian telah diretweet lebih dari 450 kali dan disukai 741 kali.

"Pura-pura jadi mahasiswa, terus pura-pura ditangkap. Ternyata Perwira Polisi yang menyamar supaya ada berita penangkapan, eeehhh ternyata kena bogem dari shabara* @212ThePowerOff1 @ustadtengkuzul @ILCtv1 @ResttyCayah @M_Asmara1701 @HukumDan @tempodotco," kicau @Wongso_Soebali seperti dikutip suara.com, Rabu (21/10/2020).

Dalam video tersebut terlihat awalnya anggota polisi berpakaian preman tengah mengamankan demonstran berpakaian almamater hijau. Pria berpakaian almamater itu dipiting, dipukul seraya digelandang.

Tiba-tiba, seorang anggota polisi berseragam diduga dari personel Sabhara turut melakukan pemukulan dan diduga mengenai salah satu anggota polisi berpakaian preman. Polisi berpakaian preman itu pun sempat membalas pukulan kepada personel Sabhara tersebut.

Bahkan, salah satu rekan polisi berpakaian preman juga sempat tersulut emosi ikut memukul personel Sabhara tersebut.

"Perwiraku itu, Brimob itu," teriaknya.

"Aku nggak tau komandan," teriak polisi berseragam.

Kemudian polisi berpakaian preman itu menghantam personel Sabhara dengan lututnya. Personel Sabhara itu pun jatuh tak berdaya.

Salah Paham

Sementara itu polri menegaskan pria yang menggunakan almamater hijau adalah mahasiswa. Pria tersebut diciduk oleh intel Brimob karena diduga melakukan anarkis saat aksi tolak UU Cipta Kerja di Jambi.

Pernyataan itu disampaikan Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono. Hal itu disampaikan Awi sekaligus membantah terkait video viral berisi informasi bahwa ada anggota Brimob menyamar sebagai mahasiswa di tengah-tengah aksi demonstrasi.

Awi mengatkan massa yang diamankan tersebut seorang mahasiswa dari Universitas Batanghari. Dia membantah narasi yang beredar di media sosial yang menyebutkan bahwa seseorang berpakaian almamater hijau itu ialah personel Brimob.

"Terkait video viral di medsos yang mengatakan bahwa personel anggota Brimob menyamar sebagai mahasiswa dan ditangkap oleh polisi lalu kena pukul pers Sabhara adalah tidak benar," ujar Awi saat dikonfirmasi, Rabu (21/10).

"Yang ditangkap menggunakan baju almamater hijau (kampus Unbari) saat kejadian adalah benar-benar mahasiswa," Awi menambahkan.

Terkait keributan antara personel anggota Brimob berpakaian preman dengan personel anggota Sabhara kata Awi, terjadi karena kesalahpahaman semata. Kekinian, kata dia, kesalahpahaman tersebut pun telah diselesaikan.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Sumber: Suara.com
Editor: Ananda Muhammad Firdaus

terbaru

Mobil Berlapis Emas Pak Haji Viral, Netiizen: Norak!

Nasional Kamis, 4 Maret 2021 | 14:40 WIB

Sebuah video yang disebut-sebut menampilkan mobil sultan berlapis emas dan berlian mendadak viral. Salah satunya dibagi...

Umum - Nasional, Mobil Berlapis Emas Pak Haji Viral, Netiizen: Norak!, mobil berlapis emas,mobil berlapis emas pak haji,video mobil berlapis emas,mobil berlapis berlian,mobil emas pak haji

CEK FAKTA: Kadrun Dilarang Sholat di Masjid Hadiah Pangeran Arab untuk...

Nasional Kamis, 4 Maret 2021 | 14:13 WIB

Sebuah unggahan di Facebook menampilkan desain gambar masjid disertai narasi “Mewah, Inilah Desain Masjid Hadiah Pangera...

Umum - Nasional, CEK FAKTA: Kadrun Dilarang Sholat di Masjid Hadiah Pangeran Arab untuk Jokowi di Solo, Cek Fakta,Cek Fakta Kardun Dilarang Salat,Masjid Pangeran Arab,Masjid Pangeran Arab di Solo

Prakerja Gelombang 13 Resmi Dibuka, Kuota Cuma 600,000 Orang

Nasional Kamis, 4 Maret 2021 | 14:08 WIB

Pembukaan Kartu Prakerja gelombang 13 akhirnya dimulai pada pukul 12.00 WIB, Kamis (4/3/2021).

Umum - Nasional, Prakerja Gelombang 13 Resmi Dibuka, Kuota Cuma 600,000 Orang, pembukaan prakerja gelombang 13,Waktu Pembukaan Prakerja Gelombang 13,Prakerja gelombang 13,pendaftaran kartu prakerja gelombang 13,Program Kartu Prakerja

B117: Lebih Cepat Menular Tapi Masih Terdeteksi PCR

Nasional Kamis, 4 Maret 2021 | 12:21 WIB

Direktur Sekolah Pasca Sarjana Universitas YARSI Tjandra Yoga Aditama memantau mutasi Covid-19 B117 yang ditemukan dari...

Umum - Nasional, B117: Lebih Cepat Menular Tapi Masih Terdeteksi PCR, Corona B117,B117,virus corona B117,virus corona B117 Karawang,Virus Corona B117 di jabar

Jangan Unggah Sertifikat Vaksin Covid-19, Bahaya!

Nasional Kamis, 4 Maret 2021 | 12:15 WIB

Program vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat sudah dimulai sejak bulan lalu. Setelah menerima vaksinasi dosis pertama at...

Umum - Nasional, Jangan Unggah Sertifikat Vaksin Covid-19, Bahaya!, Sertifikat Vaksin,Sertifikat Vaksin Covid-19,vaksin corona,Vaksin Covid-19,Vaksinasi

Heboh Video Plat Bodong TNI, Begini Penjelasan Kapuspen

Nasional Kamis, 4 Maret 2021 | 11:35 WIB

Jagad media sosial dihebohkan video seorang wanita yang menunjukkan kendaraan berpelat nomor dinas Mabes TNI. Wanita ter...

Umum - Nasional, Heboh Video Plat Bodong TNI, Begini Penjelasan Kapuspen , plat bodong tni,klarifikasi plat bodong tni,tiktok plat bodong tni,video plat bodong tni

Ini Format SMS Vaksin Covid-19 yang Asli, Jangan Sampai Tertipu!

Nasional Kamis, 4 Maret 2021 | 11:29 WIB

Warga Negara Indonesia yang mendapat pesan singkat atau SMS dari Kementerian Kesehatan terkait undangan melakukan vaksin...

Umum - Nasional, Ini Format SMS Vaksin Covid-19 yang Asli, Jangan Sampai Tertipu!, sms vaksin,sms vaksin palsu,ciri sms vaksin asli,sms vaksin asli,undangan sms vaksin,sms vaksin masyarakat

Jokowi: Gaungkan Benci Produk-Produk Luar Negeri

Nasional Kamis, 4 Maret 2021 | 11:18 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyiapkan kebijakan untuk mengembangkan pas...

Umum - Nasional, Jokowi: Gaungkan Benci Produk-Produk Luar Negeri, Jokowi,Jokowi benci produk luar negeri,Produk luar negeri,Cinta Produk Dalam Negeri,Produk Dalam Negeri,benci produk asing,jokowi benci produk asing,benci produk asing jokowi,benci produk luar negeri,kenapa jokowi benci produk asing

artikel terkait

dewanpers