web analytics
  

Polda Jabar Tetapkan 3 Tersangka Baru Terkait Kasus Penganiayaan Terhadap Petugas Kepolisian

Rabu, 21 Oktober 2020 14:44 WIB Fichri Hakiim
Bandung Raya - Bandung, Polda Jabar Tetapkan 3 Tersangka Baru Terkait Kasus Penganiayaan Terhadap Petugas Kepolisian, KAMI Jabar,Polda Jabar

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi A. Chaniago. (ayobandung/Fichri Hakim)

GEDEBAGE, AYOBANDUNG.COM -- Polda Jabar kembali menetapkan tiga tersangka baru terkait kasus penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan pada polisi berpangkat Brigadir berinisial A di Jalan Sultan Agung, Kota Bandung.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi A. Chaniago, mengatakan tiga tersangka tersebut berinisial IR (37), MYR (23), dan URJ (24). Ketiganya adalah simpatisan KAMI Jabar.

"Kemarin dari hasil penyidikan, muncul 3 orang lagi. Kemudian, kemarin sudah dilakukan penangkapan dan dilakukan penahanan juga," ujar Erdi di Polda Jabar, Rabu (21/10/2020).

Dengan demikian, Erdi menjelaskan, total sudah ada 10 orang yang ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus penganiayaan tersebut. Sebelumnya, petugas kepolisian telah menetapkan tujuh tersangka. Di antaranya, tiga orang tersangka berinisial DR, DH, dan CH ditahan di Polda Jabar, sedangkan satu lainnya ditahan di Polres Karawang.

"Sebelumnya, dari kejadian itu kita dapat tersangkanya sebanyak tujuh orang. Di antaranya, tiga orang dilakukan penahanan dan empat orang tidak dilakukan penahanan, hanya wajib lapor tapi statusnya tetap sebagai tersangka," ucapnya.

Akibat perbuatannya, IR, MYR dan URJ dijerat Pasal 351 dan 170 KUHP dengan ancaman pidana di atas lima tahun. "Ancamannya lebih dari 5 tahun," jelas Erdi.

Sebelumnya, petugas kepolisian Polda Jabar menetapkan tujuh orang tersangka terkait unjuk rasa berujung ricuh yang dilakukan di Gedung DPRD Provinsi Jabar dan Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (8/10/2020) lalu.

Pasca kericuhan tersebut, diketahui oknum massa melakukan penyekapan dan penganiayaan terhadap petugas kepolisian dengan pangkat Brigadir berinisial A.

Dirreskrimum Polda Jabar, Kombes Pol Chuzaini Patoppoi, menjelaskan bahwa penyelidikan terus dilakukan guna mengungkap pelaku lain. "Sementara masih tiga orang yang ditahan, mungkin akan ada pengembangan lain nanti. Masih kita upayakan untuk pengungkapan, itu merupakan posko relawan di mana pada saat itu di posko disiapkan untuk mendukung logistik dan kesehatan terhadap pelaku unjuk rasa," ujarnya di Polda Jabar, Senin (12/10/2020).

"Begitu anggota melakukan pengecekan ke dalam posko, di posko tersebut terjadilah penganiayaan terhadap anggota kita. Untuk terkait anggota yang dianiaya di Polrestabes masih penyelidikan. Jadi anggota yang dilakukan penganiayaan ada di Karawang, Polrestabes, dan Sultan Agung Bandung," jelas Patoppoi.

KAMI: Tidak Ada Penyekapan

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jabar menyatakan tidak ada peristiwa penyekapan terkait penganiayaan terhadap anggota kepolisian yang terjadi pada Kamis (8/10/2020). 

Presidium KAMI Jabar, Syafril Sofyan, mengaku sudah menerima beberapa laporan dari berbagai pihak. Saat kejadian, Syafril Sofyan tidak ada di lokasi.

Syafril menjelaskan, berawal dari adanya seoseorang berpakaian preman yang diketahui polisi berpangkat Brigadir berinisial A, masuk ke halaman rumah yang jadi posko relawan.

Kemudian, Brigadir A datang dengan membawa semacam pentungan lalu mengucapkan nada provokatif. Sontak relawan yang berada di posko bertanya identitas A, namun A tak mengaku sebagai polisi.

Syafril tidak menjelaskan secara rinci ujaran provokatif yang dilontarkan Brigadir A. "Di sini saya ingin meluruskan bahwa kejadian itu tidak ada yang namanya penyekapan," ujar Syafril ketika dihubungi, Kamis (15/10/2020).

Tak lama kemudian, A kembali menuju ke arah gerbang, namun ditutup oleh relawan. Saat itu, relawan menilai A sebagai perusuh karena tiba-tiba datang kemudian mengucapkan nada provokatif.

Sempat terjadi adu mulut antara A dan relawan di lokasi, sehingga dugaan pemukulan terjadi. Namun, tidak adanya penyekapan sebagaimana yang dituduhkan.

"Kalau ada pemukulan dan segala macem mungkin (ada) lah. Menurut Pak Robby, bahwa dia melerai itu dan dibawa ke luar itu orang sehat dan berjalan dengan baik. Nggak ada penyekapan terus disiksa dan segala macam," ujar dia.

 

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers