web analytics
  

Format Baru Liga 1 Dinilai Bisa Rugikan Persib

Rabu, 21 Oktober 2020 13:41 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Persib - Maung Bandung, Format Baru Liga 1 Dinilai Bisa Rugikan Persib, Pelatih Persib Bandung Robert Alberts,Jadwal Liga 1 2020,Regulasi Liga 1 2020,Liga 1 2020 Ditunda,nasib liga 1 2020,Persib Bandung

Pelatih Persib Bandung Robert Albert. (Ayobandung.com/Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

GEDEBAGE, AYOBANDUNG.COM -- Demi tetap menggulirkan Liga musim 2020, PSSI terus berpikir keras untuk menjaga iklim kompetisi. Meski tak mendapat izin keramaian dari kepolisian, induk organisasi sepak bola Indonesia itu menawarkan beberapa opsi alternatif untuk lanjutan kompetisi.

Dalam Manager Meeting bersama PT LIB dan 18 klub peserta, PSSI mengusulkan 3 opsi, di antaranya format kompetisi berubah menjadi dua wilayah, format setengah kompetisi, dan format turnamen untuk melanjutkan Liga 1 2020.

Menyikapi sejumlah opsi tersebut, pelatih Persib Bandung Robert Albert menyebut harus ada diskusi mendalam bila format kompetisi Liga 1 2020 dipastikan berubah menjadi dua wilayah.

"Tentunya itu adalah sesuatu yang harus didiskusikan saya pikir. Karena jika liga diputuskan kembali dimulai pada Januari maka klub akan dibagi menjadi dua wilayah yang tiap grupnya diisi 9 klub. Dan nantinya akan ada babak playoff 8 besar hingga ditentukan juaranya," kata Robert usai memimpin sesi latihan di Stadion GBLA, Rabu (21/10/2020).

Pelatih asal Belanda itu juga menilai, format dua wilayah itu memungkinkan akan menghanguskan poin yang sudah didapat di 2 laga awal Liga 1 2020. Melihat kemungkinan itu, Robert merasa tidak adil lantaran sebelum Liga 1 2020 dihentikan seluruh tim sudah memainkan tiga laga dengan perolehan poin masing-masing.

Apalagi untuk tim asuhannya, Persib berhasil menjadi pemuncak klasemen dengan mengumpulkan poin sempurna, 9 dari tiga pertandingan awal Liga 1. Tiga kemenangan sukses dipetik skuat Maung Bandung saat mengalahkan Persela Lamongan, Arema FC, dan PSS Sleman.

"Jadi apa yang terjadi pada tiga laga awal musim ini. Tentunya ini tidak adil untuk tim yang sudah mendapat banyak poin," katanya.

Meski menjadi tim yang akan sangat dirugikan bila poin di 3 laga awal dihapus, Robert tidak ingin egois dengan memaksakan kehendak. Robert memilih bijaksana dengan menyerahkan segala keputusan kepada otoritas sepak bola Tanah Air.

"Tapi kami juga tidak bisa hanya melihat pada tim sendiri. Kami harus melihat dari sudut pandang sepak bola Indonesia, dan kami selalu bekerja sama untuk urusan perkembangan sepakbola di Indonesia," katanya.

Robert hanya berharap, federasi bisa meyakinkan Polri dan dunia bahwa kompetisi di Indonesia bisa tetap bergulir di tengah pandemi Covid-19. Apalagi di 2021 nanti, Indonesia menjadi tuan rumah World Cup U-20.

"Karena akan ada Piala Dunia U-20 2021 dan kami harus memperhatikan juga motivasi pemain. Tapi untuk ini (nasib poin yang sudah didapat) tentu harus didiskusikan lagi soal apa yang adil dan yang tidak. Tapi gambaran terbesarnya adalah melihat sepak bola Indonesia," ujarnya.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers