web analytics
  

170 Juta Rakyat Indonesia Dapat Vaksin Covid-19 di 2021

Rabu, 21 Oktober 2020 12:41 WIB Icheiko Ramadhanty
Umum - Nasional, 170 Juta Rakyat Indonesia Dapat Vaksin Covid-19 di 2021, Vaksin Covid-19,vaksin corona,Relawan uji vaksin Covid-19,Vaksin Biofarma,Vaksin Sinovac

Relawan disuntik vaksin Covid-19. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir mengungkap, program vaksinasi Covid-19 pada 2021 sudah terencana. Setidaknya, kata dia, akan ada prioritas masyarakat yang akan diberikan vaksin gratis pada 2021.

Rencana mengenai prioritas tersebut rupanya datang dari Kementerian Kesehatan yang diberikan kepada PT Bio Farma, sebagai salah satu perusahaan farmasi yang men-supply dan membuat vaksin Covid-19.

“Kementerian Kesehatan juga sudah membuat yang namanya strategi vaksinasi nasional. Kita juga bekerja sama untuk bisa memastikan bahwa program vaksinasi bisa menjangkau semua masyarakat yang membutuhkan,” ujar Honesti dalam press konferensinya, Rabu (21/10/2020).

Honesti juga menyebut, untuk 2021 akan ada 430 juta dosis vaksin Covid-19 atau 170 juta orang Indonesia yang akan divaksin. “Lebih kurangnya seperti itu,” tambahnya.

Sebanyak 170 juta orang yang dimaksud akan diprioritaskan kepada front liner atau para tenaga medis di seluruh Indonesia. Saat ini, PT Bio Farma sedang melakukan uji klinis pada Vaksin Sinovac.

Selain itu, Honesti menuturkan pihaknya sedang meregistrasikan vaksin tersebut untuk nantinya bisa mendapatkan emergency use authorization yang dapat diedarkan dan dikonsumsi untuk masyarakat.

Uji klinis pada Vaksin Sinovac tidak hanya dilakukan di Indonesia, namun juga beberapa negara seperti Brasil, Turki, Cile, dan Bangladesh. Untuk progres yang dilakukan di Indonesia, tepatnya di Bandung, kata Honesti, sudah terdapat 1.620 relawan yang mendapat suntikan pertama.

Lalu sebanyak 1.074 relawan sudah mendapatkan suntikan pertama. Kemudian sebanyak 671 relawan sudah diambil darahnya untuk di uji.

“Sejauh ini belum ada tanda-tanda yang mengarah kepada hal negatif pada seluruh relawan yang telah disuntikkan vaksin," ungkapnya.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers