web analytics

Pandemi Corona Bikin Anak di Bawah 18 Tahun Banyak Menikah

clockRabu, 21 Oktober 2020 11:21 WIB
Umum - Nasional, Pandemi Corona Bikin Anak di Bawah 18 Tahun Banyak Menikah, Pernikahan Dini,pernikahan di bawah umur,Dampak Corona,Dampak Pandemi Covid-19,Pernikahan

Calon pengantin dianjurkan vaksinasi sebagai upaya pencegahan penyakit menular seksual, yang mungkin muncul saat aktif secara seksual bersama pasangan. (Pixabay/Tú Anh)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Di masa pandemi Covid-19, angka pernikahan dini atau di bawah umur 18 tahun mengalami peningkatan. 

Diberitakan Suara.com, data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyebutkan angka pernikahan dini atau perkawinan anak pada usia dini meningkat menjadi 24 ribu saat pandemi. 

Dalam catatan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama, terdapat 34.000 permohonan dispensasi yang diajukan pada Januari hingga Juni 2020. Sebanyak 97% permohonan dikabulkan. 60% yang mengajukan dispensasi pernikahan adalah anak di bawah 18 tahun.

Faktor yang menyebabkan meningkatnya pernikahan dini di tengah pandemi antara lain karna masalah ekonomi. Para pekerja banyak yang diberhentikan. Keadaan ekonomi yang sulit membuat beberapa orangtua beranggapan bahwa dengan menikahkan anak mereka dapat meringankan beban keluarga. Padahal, banyak sisi negatif yang di sebabkan oleh pernikahan dini.

Seperti yang dilansir dari halaman CNN, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menyatakan bahwa pernikahan dini merupakan bagian dari bencana sosial. Pernikahan usia anak memiliki banyak akibat negatif, seperti kematian ibu, kematian bayi, kurang gizi pada anak, juga berdampak untuk ekonomi.

"Anak yang menikah di bawah 18 tahun karena kondisi tertentu memiliki kerentanan lebih besar dalam mengakses pendidikan, kesehatan, sehingga berpotensi melanggengkan kemiskinan antargenerasi, serta memiliki potensi besar mengalami kekerasan. Perempuan yang menikah di usia anak juga memiliki risiko kematian lebih tinggi akibat komplikasi saat kehamilan dan melahirkan dibandingkan dengan perempuan dewasa, selain itu juga berpotensi pada kematian bayi," katanya dalam webinar Pencegahan Perkawinan Anak sebagai bagian dari peluncuran Laporan SWOP 2020 yang diselenggarakan BKKBN dan UNFPA Indonesia, Kamis (2/7/2020).

Berdasarkan data UNFPA, sebanyak 33.000 anak perempuan di bawah usia 18 tahun akan dipaksa menikah di seluruh dunia yang biasanya dengan laki-laki yang jauh lebih tua. Di Indonesia sendiri, satu dari sembilan anak perempuan berusia 20-24 tahun sudah menikah sebelum mencapai usia 18 tahun. Saat ini ada 1,2 juta kasus perkawinan anak yang menempatkan Indonesia di urutan ke-8 di dunia dari segi angka perkawinan anak secara global.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Sumber: Suara.com
Editor: Ananda Muhammad Firdaus

terbaru

Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 3,4 Juta Orang

Nasional Minggu, 1 Agustus 2021 | 18:17 WIB

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan perkembangan terkini penambahan kasus pada Minggu 1 Agustus 2021. Pada kasus...

Umum - Nasional, Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 3,4 Juta Orang, Kasus Covid-19 Indonesia,Update Covid-19 Indonesia,Pasien Positif Covid-19

Menlu : Mekanisme dose-sharing Vaksin Penting agar Dunia dapat Keluar...

Nasional Minggu, 1 Agustus 2021 | 16:42 WIB

Menlu : Mekanisme dose-sharing Vaksin Penting agar Dunia dapat Keluar dari Pandemi

Umum - Nasional, Menlu : Mekanisme dose-sharing Vaksin Penting agar Dunia dapat Keluar dari Pandemi , vaksin,COVID-19

Fungsi Bansos Disebut Lebih Mengarah pada Kepentingan Politik Kekuasaa...

Nasional Sabtu, 31 Juli 2021 | 16:35 WIB

Fungsi bantuan sosial (bansos) di Indonesia disebut lebih menguat pada kepentingan kekuasaan politik. Hal ini disampaika...

Umum - Nasional, Fungsi Bansos Disebut Lebih Mengarah pada Kepentingan Politik Kekuasaan, Bansos,Fungsi Bansos,Kepentingan Politik Kekuasaan,Kepentingan Politik Kekuasaan Bansos Covid-19,Fungsi bantuan sosial di Indonesia,Fungsi Bansos di Indonesia,Latar Belakang Bansos,Penyalahgunaan bansos di Indonesia

Pencairan Bansos di Daerah Bakal Dipermudah, Ada Syarat Baru?

Nasional Sabtu, 31 Juli 2021 | 14:35 WIB

Kementerian Keuangan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 94/PMK.07/2021. Adapun aturan ini menjadi langka...

Umum - Nasional, Pencairan Bansos di Daerah Bakal Dipermudah, Ada Syarat Baru?, Pencairan Bansos,Pencairan Bansos Covid-19,Syarat Pencairan Bansos,Aturan Pencairan Bansos Covid-19

Analis politik 'Tantang' Jokowi Undang Para Mantan Presiden Cari Masuk...

Nasional Sabtu, 31 Juli 2021 | 13:24 WIB

Analis politik Hendri Satrio mendukung ide agar Presiden Joko Widodo mengundang para mantan presiden untuk mendapatkan m...

Umum - Nasional, Analis politik 'Tantang' Jokowi Undang Para Mantan Presiden Cari Masukan Penanganan Pandemi, Undangan mantan presiden,Presiden Joko Widodo,penanganan pandemi Covid-19,Jokowi,Tantangan untuk Jokowi,Tantangan Jokowi,konsolidasi nasional penanganan covid-19

Hari Ini, Google Doodle Tampilkan Sosok Penulis Sariamin Ismail

Nasional Sabtu, 31 Juli 2021 | 09:38 WIB

Jika Anda membuka laman utama Google hari ini, Anda akan disambut dengan Google Doodle yang menampilkan ilustrasi penuli...

Umum - Nasional, Hari Ini, Google Doodle Tampilkan Sosok Penulis Sariamin Ismail, Google Doodle,Google Doodle Hari Ini,penulis Sariamin Ismail,Sariamin Ismail,Sariamin Ismail adalah,peringatan ulang tahun Sariamin Ismail,Sosok Penulis Sariamin Ismail

Tekan Kematian, Masyarakat Terinfeksi Covid-19 Diminta segera Lapor Pu...

Nasional Sabtu, 31 Juli 2021 | 09:30 WIB

Pemerintah terus melaksanakan berbagai upaya komprehensif untuk menghadang penyebaran virus Covid-19, meningkatkan kesem...

Umum - Nasional, Tekan Kematian, Masyarakat Terinfeksi Covid-19 Diminta segera Lapor Puskesmas, Penyebaran virus Covid-19,Gejala Terinfeksi Covid-19,Tanda Terinfeksi Covid-19,angka kematian Covid-19 di Indonesia,bantuan masyarakat terjangkit Covid-19

Peneliti: Vaksin Nusantara Tak Praktis Dipakai Saat Pandemi Covid-19

Nasional Sabtu, 31 Juli 2021 | 09:07 WIB

Salah satu peneliti vaksin Covid-19 AstraZeneca, mahasiswa program doktor Oxford University asal Indonesia, Indra Rudian...

Umum - Nasional, Peneliti: Vaksin Nusantara Tak Praktis Dipakai Saat Pandemi Covid-19, vaksin nusantara,penelitian vaksin nusantara,pengembangan vaksin Nusantara,peneliti vaksin Covid-19 AstraZeneca,pembuatan vaksin Covid-19,pembuatan vaksin Covid-19 pembuatan vaksin Covid-19 Nusantara,pembuatan vaksin Covid-19 dalam negeri

artikel terkait

dewanpers
arrow-up