web analytics
  

Penemuan Ganja di Tasikmalaya, Pelaku Adik Pejabat dan Pemakai Sejak Kecil

Rabu, 21 Oktober 2020 05:37 WIB Heru Rukanda
Umum - Regional, Penemuan Ganja di Tasikmalaya, Pelaku Adik Pejabat dan Pemakai Sejak Kecil, Ganja Tasikmalaya,Penemuan tanaman ganja Tasikmalaya,Bahaya ganja,pengedaran ganja,Ladang ganja Tasikmalaya

Puluhan pohon ganja yang ditanam tersangka M dalam polybag disita petugas BNN Kota Tasikmalaya, Selasa (20/10/2020). (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Badan Nasional Narkotika  (BNN) Kota Tasikmalaya menggerebek pemilik puluhan batang pohon ganja yang ditanam di polybag sebuah rumah DI Kampung Cisirah, Desa Cibahayu, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (20/10/2020).

Berikut sejumlah fakta menarik dari penemuan ini yang dirangkum Ayobandung.com.

Ditanam sejak puluhan tahun lalu

Kepala BNN Kota Tasikmalaya Tuteng Budiman mengatakan, puluhan pohon ganja yang ditanam dalam polybag ini tingginya bervariasi mulai dari tinggi 15 centimeter hingga 2 meter.

"Kami melakukan penyelidikan selama lebih kurang 2 bulan. Hari ini kami temukan 45 batang pohon ganja di atas dak belakang rumah," ujar Tuteng.

BNN Kota Tasikmalaya menggerebek pemilik rumah yang menanam pohon ganja di polybag di Kampung Cisirah, Desa Cibahayu, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (20/10/2020). (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

Tuteng menambahkan, dari keterangan tersangka berinisial M (56), tersangka telah puluhan tahun menanam ganja. Selain dipakai sendiri, ganja tersebut dijual ke warga sekitar. Tersangka juga mengakui jika memakai ganja sejak kecil.

Hasil panen mereka selain dikonsumsi sendiri, selama ini telah dijual di wilayah Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya dan beberapa luar daerah di dekat Tasikmalaya.

"Beberapa kali telah panen hasil tanamannya dijual di wilayah Ciawi dan beberapa luar daerah dekat Tasikmalaya. Mereka juga sering di rumah tersangka memakai barang haram tersebut secara ramai-ramai bersama teman-temannya," tambah Tuteng.

 

Tersangka adik kandung mantan bupati/wali kota Serang

M (56), pemilik puluhan batang pohon ganja yang ditanam dalam polybag, ternyata adik kandung dari mantan bupati sekaligus mantan Wali Kota Serang, Banten, almarhum Bunyamin.

Selama ini tersangka M tinggal di rumah orang tuanya bersama saudara perempuannya di Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya.

Tersangka M digiring petugas BNN Kota Tasikmalaya di rumahnya di Kampung Cisirah, Desa Cibahayu, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (20/10/2020). (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

Salah seorang warga Asep (65) mengatakan, selama ini M tergolong orang baik, bergaul dengan masyarakat. Dengan kejadian ini dirinya mengaku kecewa lantaran kampungnya jadi tercoreng.

"Pak M itu adik kandung dari mantan Bupati dan Wali Kota Serang Pak Bunyamin yang meninggal tahun 2011 lalu. Pak M dikenal sebagai petani durian di sini," ujar seorang warga, Asep, Selasa, (20/10/2020).

 

Tersangka ahli budidaya tanaman dan pandai meracik pupuk alami

Kepala Seksi Berantas BNN Kota Tasikmalaya Kompol Deni Syarif mengatakan, tersangka M selama ini dikenal sebagai pembudidaya tanaman dengan pengetahuan meracik pupuk alami yang dimilikinya.

Dalam waktu 2 bulan pohon ganja yang ditanamnya di polybag bisa tumbuh subur dengan batang yang bercabang dan daun yang lebat.

Pohon ganja yang dibudidayakan tersangka di rumahnya sangat beragam, mulai dari biji, penyemaian, pohon ganja kecil, dan pohon ganja besar yang sudah berbuah.

"Pengakuan tersangka dirinya sudah beberapa tahun ini menanam dan membudidayakan pohon ganja. Pupuknya berasal dari racikan kotoran sapi dan domba," ujar Deni, Selasa, (20/10/2020).

Deni menambahkan, pihaknya mendapati pohon ganja yang ditanam di polybag berada di atas dak bagian belakang rumah tersangka. Tersangka sengaja menutup bagian samping dak dengan sepanduk bekas sehingga tidak akan terlihat kalau dari bawah.

"Kami gunakan tangga bambu untuk mengambil semua barang bukti di atas dak karena tidak ada jalan lain selain memakai tangga. Ada 45 batang pohon ganja berikut yang masih kecil-kecil di ember," ujar Deni.

Petugas BNN mengamankan puluhan batang pohon ganja dari atas dak belakang rumah tersangka M di Kampung Cisirah, Desa Cibahayu, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (20/10/2020). (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

 

Diduga ada ladang ganja

Tuteng mengatakan, pihaknya menduga masih ada tanaman ganja yang ditanam oleh tersanga M (56) di wilayah Desa Cibahayu.

Menurutnya, tersangka M ini menanam pohon ganja tidak hanya dalam polybag, tetapi menanam juga di ladang atau hutan yang ada di desanya. Dari penuturan tersangka, pohon ganja yang ditanam di ladang suka hilang mungkin ada warga yang mengetahuinya.

"Saya kira masih ada tanaman ganja di ladang atau hutan di daerah sini. Cuaca dan suhu udaranya cocok untuk bertanam ganja," ujar Tuteng.

Selain mengamankan tersangka M, petugas BNN juga mengamankan 4 tersangka lain yang masing-masing berinisial UR (32), EN (27), AR (32), dan BU (30).

Para tersangka dijerat Undang-undang Narkoba Pasal 111 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers