web analytics
  

Wagub Jabar: Masyarakat Harus Waspada Banjir dan Longsor

Selasa, 20 Oktober 2020 21:58 WIB Nur Khansa Ranawati
Umum - Regional, Wagub Jabar: Masyarakat Harus Waspada Banjir dan Longsor, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum,Waspada Banjir dan Longsor

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum. (Dok Humas Pemprov Jabar)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Seiring berlangsungnya awal musim hujan di berbagai daerah di tanah air, masyarakat juga dihadapkan dengan ancaman bencana.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meminta agar masyarakat Jabar meningkatkan kewaspadannya terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.

Uu mengatakan sejumlah daerah di Jabar terkategori rawan bencana. Berdasarkan laporan yang diterimanya, Uu menyebut bencana telah terjadi di sejumlah daerah. Bencana tersebut meliputi banjir, longsor, hingga angin puting beliung.

"Harapan kami masyarakat harus selalu waspada dengan adanya banjir dan longsor," kata Kang Uu saat menghadiri acara Kesiapsiagaan Menghadapi Banjir dan Longsor di Kawasan Telaga Saat, Kabupaten Bogor, Selasa (20/10/2020).

Dalam beberapa wkatu mendatang, peningkatan curah hujan diprediksi akan terjadi setelah BMKG Jepang, Amerika Serikat, dan Australia telah mendeteksi terjadinya La Nina di Samudera Pasifik. Terkait fenomena alam tersbut, Uu meminta masyarakat tetap waspada.

Dia juga mengatakan Pemprov Jabar sudah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi kemungkinan bencana alam. Ia pun mengajak masyarakat untuk merawat dan melestarikan lingkungan.

"Jangan membuat kerusakan di bumi ini. Hari ini kami melakukan kegiatan luar biasa untuk mengantisipasi sekaligus meningkatkan keimanan kita," ucapnya. 

Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan saat musim hujan. Dia menekankan aspek perilaku masyarakat sebagai faktor paling penting dalam mitigasi bencana

“Kalau kita sedang mempersiapkan diri dengan memperhatikan masalah perilaku, menjaga lingkungan, dan juga mengantisipasi dengan kesiapsiagaan ini, akan bisa mengurangi risiko. Utamanya risiko (munculnya) korban jiwa,” kata dia.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers