web analytics
  

150 Milenial Bandung Barat Magang Kerja ke Jepang 

Selasa, 20 Oktober 2020 21:51 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, 150 Milenial Bandung Barat Magang Kerja ke Jepang , Milenial Bandung Barat,Magang Kerja ke Jepang

150 Milenial Bandung Barat Magang Kerja ke Jepang. (Tri Junari)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Sebanyak 150 pencari kerja kalangan milenial asal Kabupaten Bandung Barat (KBB) ikut serta program pemagangan selama tiga tahun ke Jepang. Mereka akan ditempatkan di berbagai bidang pekerjaan seperti manufaktur dan juga perawat panti jompo di rumah sakit. 

Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna mengatakan, pemagangan ini menjadi sebuah inovasi karena biasanya pegawai yang dikirim ke luar negeri adalah untuk pegawai rumah tangga. Pihaknya mendorong terus agar lebih banyak lagi pekerja terdidik yang dikirim ke luar negeri sekaligus mempromosikan Bandung Barat. 

"Pemagangan ini harus benar-benar dimanfaatkan untuk bekerja dan mencari ilmu serta pengalaman. Jadi ketika kembali lagi ke KBB bisa saja adik-adik ini berwirausaha sendiri dan menciptakan lapangan kerja untuk orang lain," ucapnya seusai penandatanganan MoU Pemagangan ke Jepang antara Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi KBB dengan LPK Higlob, Selasa (20/10/2020).

Dia pun meminta semua dinas melakukan inovasi terutama di kondisi pandemi Covid-19. Bagaimana memberdayakan masyarakat produktif agar tetap bisa mendapatkan penghasilan. Pemerintah daerah bisa membantu lewat berbagai fasilitas pendukung, karena dalam kondisi semua anggaran yang terbatas akibat refocusing maka kemampuan daerah juga terbatas. 

"Kalau kondisi normal bisa saja selama pelatihan ataupun keberangkatan peserta magang ini dibiayai pemerintah daerah, tapi katena masih pandemi Covid-19 itu belum bisa dilakulan," tuturnya. 

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi KBB Iing Solihin menerangkan, peserta magang kerja di Jepang ini akan mendapatkan gaji sekitar Rp18 juta/bulan selama tiga tahun. Pada saat masa pemagangan selesai di tahun ketiga setiap peserta akan mendapatkan uang pesangon yang besarnya bisa mencapai Rp100 juta. 

"Lumayan besar penghasilannya, tapi memang mereka yang berangkat ini harus mendapat persetujuan orang tua, suami, istri, dan keluarga," sebutnya. 

Ditempat sama, Kepala LPK Higlob, Yogyakarta, Andari menyebutkan, pekerja magang ke Jepang ini akan dilatih terlebih dahulu kemampuan bahasa Jepang. Rata-rata proses pembelajaran bahasa perlu waktu 3-6 bulan hingga mendapatkan sertifikat. 

"Selama pelatihan asrama disiapkan. Setelah dinyatakan lulus baru pengurusan visa selama dua bulan lalu terbang," ujarnya. 
 

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers