web analytics
  

Longsor di Lembang, BPBD: 1 Rumah Jebol 4 Lainnya Terancam

Selasa, 20 Oktober 2020 21:13 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, Longsor di Lembang, BPBD: 1 Rumah Jebol 4 Lainnya Terancam, Longsor di Lembang,BPBD KBB,Curah Hujan Tinggi,Rumah Jebol

Rumah warga jebol akibat longsor. (Tri Junari)

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM -- Diduga akibat curah hujan tinggi selama beberapa jam, tebing setinggi 20 meter longsor merusak 1 rumah warga di Kampung Barunagri, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (20/10/2020) sore. 

Akibat kejadian ini, rumah permanen milik Citra (28) rusak berat pada bagian dinding, sementara 4 rumah di sekitarnya terancam longsor. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian bencana ini, namun kerugian materi ditaksir puluhan juta rupiah.

Kepala Pelaksana BPBD KBB, Duddy Prabowo menerangkan, longsoran tebing terjadi sekira jam 16.30 WIB setelah kawasan itu diterjang hujan deras selama lebih dari 4 jam.

"Rumah Ibu Citra (28) dihuni 3 jiwa mengungsi kerumah kerabatnya, kondisi rumah rusak berat. Sementara 4 rumah milik Bambang (46), Neneng (45) dan Tantan (43) terancam. Total 5 jiwa mengungsi ke rumah kerabatnya," terang Duddy.

BPBD KBB segera mengirimkan bantuan logistik dan melakukan sterilisasi area longsoran mengingat curah hujan masih tinggi dan berpotensi terjadi longsor susulan.

Sementara itu, Andri (34) salah seorang keluarga korban mengaku longsor tebing terjadi ketika hujan deras berlangsung. Kuat dugaan tebing ambruk setelah terdorong air dari saluran yang bocor membawa tumpukan sampah.

"Kejadiannya sekitar jam 16.30 WIB. Longsor diakibatkan saluran air yang bocor, tumpukan sampah ditambah hujan yang sangat deras," kata Andri.

Sebelum terjadi longsor, wilayah Lembang diguyur  hujan lebat sejak siang. Longsoran tanah yang menerjang membuat tembok sepanjang 3 meter dan tinggi 2 meter ambrol. Warga yang mengetahui longsor langsung melaporkan kejadian itu kepada tetangga.

Pasca kejadian, Andri mengatakan, seluruh penghuni rumah langsung mengungsi sebab potensi longsor diperkirakan masih bisa terjadi mengingat hujan masih turun di sekitar lokasi. Tidak hanya itu, para tetangga pun sudah diimbau mengosongkan rumah untuk menghindari kejadian susulan.

"Kondisi tanah masih labil. Untuk sementara mengungsi ke rumah tetangga. Untuk kerugian belum bisa dihitung, yang jelas baru tembok rumah jebol, sedangkan barang-barang lainnya masih aman," bebernya.

Babinsa Desa Sukajaya, Sertu Hanggono menyebutkan,  terdapat dua kampung rawan longsor pada saat musim hujan yaitu Barunagri dan Cipariuk. "Dua kampung itu dikategorikan rawan bencana. Kami imbau warga selalu siap siaga mengingat curah hujan saat ini cukup tinggi," ucap Hanggono. 
 

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers