web analytics
  

Kemasan Bantuan Covid-19 Pemprov Jabar Dipermasalahkan

Selasa, 20 Oktober 2020 19:08 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Soreang, Kemasan Bantuan Covid-19 Pemprov Jabar Dipermasalahkan, bantuan covid-19 Pemprov,Pilkada Kabupaten Bandung

Kemasan bantuan covid-19 Pemprov Jabar. (Istimewa)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Kemasan bantuan covid-19 Pemprov Jabar dipermasalahkan oleh tim sukses pasangan Calon Bupati dan wakil Bupati Bandung 2020.

Hal tersebut dikarenakan terdapat numerik dan kata-kata yang meyerempet kepada pasangan calon bupati tertentu, sehingga dikhawatirkan menimbulkan asumsi bantuan dari pihak tertentu.

Ketua Tim Pemenangan Pasangan Calon NU Pasti Sabilulungan (Kurnia Agustina-Usman Sayogi), Cecep Suhendar, mengatakan distribusi bantuan dari Pemprov Jabar untuk masyarakat terdampak covid-19 dilakukan saat masa kampanye berlangsung, sehingga dengan adanya simbol numerik bisa membuat asumsi bernuansa politis dan mengarahkan kepada calon bupati tertentu.

Kemasan bantuan covid-19 dari Pemprov Jabar secara sepintas tidak ada yang salah. Namun terdapat tulisan 3 M yang merupakan singkatan dari mencuci tangan, memakai masker dan menghindari kerumunan. Di samping itu terdapat juga tulisan kita pasti menang.

"Konten numerik dalam kemasan bantuan covid-19 dari Pemprov Jabar merugikan pasangan calon bupati kami. Saya kira Pemprov Jabar tidak melek politik," tutur Cecep, Selasa (20/10/2020).

"Saya rasa bukan hanya di Kabupaten Bandung yang merasa dirugikan. Tim pemenangan di daerah lain pasti juga demikian (dirugikan)," ujarnya.

Dia berharap agar Pemprov Jabar bisa menarik kembali kemasan bantuan covid-19 tersebut, supaya tidak menimbulkan masalah dikemudian hari karena pihak calon bupati dan wakil bupati tertentu merasa dirugikan.

"Kalau tidak direvisi atau ditarik kembali bungkusnya kami akan laporkan ke Bawaslu," tegasnya.

Hal senada juga dikatakan oleh tim pemenangan pasangan Calon Dahsyat (Yena Iskandar Masoem-Atep), Hen Hen Asep Suhendar, bantuan covid-19 dari pemprov jabar tersebut bisa diterjemahkan bantuan pasangan calon tertentu.

"Penggunaan numerik di bungkus Bansos juga kan sensitif sekali, apalagi ini masa tahapan kampanye. Bisa-bisa menguntungkan paslon lain," ujarnya.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers