web analytics
  

Pengendara Motor Knalpot Bising Akan Ditilang, Ini Biayanya

Selasa, 20 Oktober 2020 16:20 WIB Fichri Hakiim
Bandung Raya - Bandung, Pengendara Motor Knalpot Bising Akan Ditilang, Ini Biayanya, Knalpot bising,denda knalpot bising,Bandung Hari Ini

Pelanggar knalpot bising akan dipidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah). (Ayobandung.com/Fichri Hakiim)

Pelanggar knalpot bising akan dipidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Kanitlantas Polsek Lengkong Ipda Sonny Rinaldi mengimbau pengendara roda dua tidak menggunakan knalpot bising. Sonny pun mengingatkan agar pengendara selalu membawa kelengkapan surat-surat kendaraannya.

"Kami selaku dari jajaran Polsek Lengkong beserta anggota menemukan dengan kasat mata seperti knalpot bising. Memang sudah tidak boleh, dari yang lewat juga kami tanyakan kenapa masih memakai knalpot bising, kemudian menanyakan tentang surat-surat apabila tidak membawanya," ujarnya.

Sonny memberikan tindak penilangan kepada pengendara yang memakai knalpot bising dan tidak membawa kelengkapan surat-surat kendaraan.

"Dominasi untuk pelanggaran itu untuk roda dua ya, paling yang lagi sering itu knalpot bising, terutama motor-motor yang standarnya diubah menjadi knalpot yang bersuara agak keras, itu aja mungkin," kata Sonny.

Selain itu, polisi juga menindak kendaraan yang melanggar peraturan lalu lintas. Kepada pelanggar, lanjut Sonny, akan diberikan hukuman berupa penilangan.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pada Pasal 285 Ayat (1) disebutkan, setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

"Terus kami mengimbau juga kepada masyarakat, apabila ada penutupan jalan harus bersikap bersabar dulu, karena ini memang kebutuhan juga, untuk memutus mata rantai Covid-19. Perintah pimpinan juga, Pak Wali Kota juga, khususnya yang di pusat kota ini segera ditutup dulu," tutur Sonnya.

Sementara itu, terlihat beberapa unit sepeda motor diamankan petugas kepolisian. Motor tersebut tidak memenuhi standar kelayakan jalan. "Seperti ini, motor ini pretelan dan menggunakan knalpot bising," ujarnya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers