web analytics
  

BANDUNG HARI INI: Dari PTPG, FKIP, IKIP, ke UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) Bandung

Selasa, 20 Oktober 2020 16:02 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Bandung Raya - Bandung, BANDUNG HARI INI: Dari PTPG, FKIP, IKIP, ke UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) Bandung, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI),UPI,Sejarah UPI,Sejarah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Gedung rektorat UPI (Pingky Sintia)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Bandung di sepanjang sejarahnya dikenal sebagai salah satu kota pendidikan di Indonesia. Puluhan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, tersebar di berbagai sudut kota. Lingkungan alam dan cuaca yang membuat betah serta budaya urban yang lekat dengan kehidupan anak muda membuat para pelajar dari penjuru negeri memilih datang ke Kota Kembang.

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) merupakan salah satu perguruan tinggi negeri yang berakar kuat di Bandung. Sebagai kawah candradimuka bagi para calon guru, kampus di kawasan utara Bandung ini telah menghasilkan ribuan lulusan yang berkontribusi pada masyarakat dan negara.

Pada 20 Oktober 1954, tepat hari ini 66 tahun lalu, UPI memulai perjalanan panjangnya.

Dimulai dari PTPG

Dipimpin langsung oleh Menteri Pendidikan Pengajaran Muhammad Yamin, kampus baru di kawasan utara Bandung dinamai Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan Republik Indonesia (Nomor 35742 tanggal 1 September 1954 tentang pendirian PTPG/Perguruan Tinggi Pendidikan Guru).

Kelahiran kampus bagi para calon guru menandai makin kuatnya kesadaran dan komitmen Indonesia untuk mempercepat upaya mendidik dan mencerdaskan bangsa.

Dalam situs web UPI, disebutkan dua alasan pendirian PTPG. Pertama, setelah Indonesia mencapai kemerdekaannya, bangsa Indonesia sangat haus pendidikan. Kedua, perlunya disiapkan guru yang bermutu dan bertaraf universitas untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang akan merintis terwujudnya masyarakat yang sejahtera.

Muhammad Yamin dalam peresmian di halaman Villa Isola itu membacakan soneta yang ia tulis sendiri. Begini syair lengkap soneta berjudul “Bumi Siliwangi” tersebut

Bumi Siliwangi

Dari bumi indah dan permai
Waktu siang pembukaan raja
Tampak Parahiangan bergunung sungai
Dipagari bukit dataran bertjahaja.

Waktu kelam ditinggalkan matahari
Kemarin malam pernah kemari
Sinar seminar dikaki bumi
Mandi tjahja lampu berseri.

Siang malam meriah melimpah
Bumi Siliwangi landjutkan sedjarah
Di tengah alam gembira meriah.

Wahai pemuda harapan bangsa
Menuntut ilmu radjinlah senantiasa
Agar nanti menjuluhi masa

PTPG dipimpin oleh seorang dekan yang membawahi beberapa jurusan dan atau balai, yakni Ilmu Pendidikan, Ilmu Pendidikan Jasmani, Bahasa dan Kesusastraan Indonesia, Bahasa dan Kesusastraan Inggris, Sejarah Budaya, Pasti Alam, Ekonomi dan Hukum Negara, serta Balai Penelitian Pendidikan.

Kisah menarik lainnya adalah berpindah-pindahnya lokasi perpustakaan PTPG ketika itu. Dikutip dari https://perpustakaanupi.wordpress.com/, perpustakaan kampus baru ini pertama kali berada di Hotel Homann, Jalan Asia-Afrika. Ketika itu koleksi perpustakaan sebanyak 8 ribu eksemplar buku untuk melayani kebutuhan 214 mahasiswa di 7 jurusan atau balai.

Dari hotel di jantung kota itu, perpustakaan dipindahkan ke Lembang dengan luas ruangannya sekitar 75 meter persegi. Agar lebih mudah diakses oleh mahasiswa dan dosen, perpustakaan dipindahkan ke Vila Isola. Ketika itu jumlah koleksi buku sudah tercatat sebanyak 25 ribu judul buku yang ditaruh di ruangan seluas 195 meter persegi.

Dua Dekan Memimpin FKIP

Pada tanggal 25 November 1958 PTPG diintegrasikan menjadi fakultas utama Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung dengan nama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Selanjutnya FKIP berkembang menjadi FKIP A dan FKIP B.

Tercatat ada dua dekan yang bersama-sama menjadi pucuk pimpinan kampus selama periode 1961-1964. Gazali Soerianatasoedjana menjabat Dekan FKIP Unpad A, sementara Harsojo menjabat Dekan FKIP Unpad B.

Merujuk situs https://literat.my.id/, diketahui bahwa sempat ada gelombang penolakan terhadap rencana peleburan PTPG ke Unpad Bandung. Namun, ketegangan mereda setelah ada janji bahwa lembaga ini bakal tetap memperoleh hak otonominya.

Pada 1963, terbit Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 1963 tentang penyatuan Institut Pendidikan Guru (IPG) dengan FKIP menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP). Lembaga ini menjadi satu-satunya lembaga pendidikan guru untuk sekolah lanjutan yang setingkat dengan universitas dalam lindungan Departemen PTIP (Pendidikan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan). Setahun berselang, FKIP Unpad secara resmi berubah statusnya menjadi IKIP Bandung.

IKIP Bandung memiliki lima fakultas, yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan Ilmu Sosial, Fakultas Keguruan Sastra dan Seni, Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta, dan Fakultas Keguruan Ilmu Teknik.

Buka Cabang, Buka Program S2 dan S3

Berdasarkan informasi di situs web UPI, diketahui dalam kurun 1967-1970 IKIP Bandung membuka ekstension di hampir seluruh kabupaten di Jawa Barat. IKIP Bandung juga ditetapkan sebagai IKIP Pembina yang bertugas membina beberapa IKIP di luar Pulau Jawa, yaitu IKIP Bandung Cabang Banda Aceh, Palembang, Palangkaraya, dan Banjarmasin.

Pada 1970 IKIP Bandung membuka program Pos Doktoral melalui pembentukan Lembaga Pendidikan Pos Doktoral (LPPD) PPS yang mengelola Program S2 dan S3. Enam tahun kemudian LPPD berubah menjadi Sekolah Pasca Sarjana, lalu berturut-turut berubah bersalin nama menjadi Fakultas Pascasarjana (1981), Program Pascasarjana (1991), lalu Sekolah Pascasarjana (2000).

UPI dan Enam Kampusnya

IKIP Bandung diubah menjadi Universitas Pendidikan Indonesia melalui Keputusan Presiden RI No. 124 tahun 1999 tertanggal 7 Oktober 1999. Nama ini yang bertahan hingga hari ini.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2004, UPI diberi otonomi dan menjadi perguruan tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Pada tahun 2012, status UPI dikembalikan menjadi perguruan tinggi negeri, atau dalam bahasa resminya: perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh pemerintah, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2012.

Pada tanggal 28 Februari 2014, UPI berubah menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2014 tentang Statuta Universitas Pendidikan Indonesia.

Pengembangan kampus terus-menerus dilakukan UPI melalui bantuan Islamic Development Bank (IDB). Saat ini UPI memiliki enam kampus. Selain kampus utama di Bandung, ada lima kampus di daerah, yakni Cibiru, Sumedang, Purwakarta, Tasikmalaya, dan Serang. 

Selain kampus, UPI juga membangun beberapa bangunan baru yang khas. Salah satunya Museum Pendidikan Nasional yang diresmikan pada 2 Mei 2015 lalu. Bangunan empat lantai ini bukan melulu memuat sejarah masa lalu, tapi juga proyeksi dunia pendidikan di masa mendatang.

Daftar Pucuk Pimpinan UPI

Sejak awal pendiriannya, UPI telah dipimpin oleh 11 tokoh dengan periode jabatan yang beragam. Berikut daftar lengkap para pucuk pimpinan UPI, dengan jabatan semula dekan hingga saat ini rektor, dari satu periode ke periode berikutnya

Sadarjoen Siswomartojo 1957-1961

Gazali Soerianatasoedjana 1961-1964

Harsojo 1961-1964

Roeslan Abdulgani 1964-1971

Ganardi Prawirasudirdjo 1971-1978

Nu’man Somantri 1978-1987

Mas Abdul Kodir 1987-1995

Fakry Gaffar 1995-2005

Sunaryo Kartadinata 2005-2015

Furqon 2015-2017

Asep Kadarohman 2015- 

Editor: Tri Joko Her Riadi

artikel terkait

dewanpers