web analytics
  

Ada Demo di Depan Gedung Merdeka, Polisi Antisipasi Kemacetan

Selasa, 20 Oktober 2020 15:32 WIB Fichri Hakiim
Bandung Raya - Bandung, Ada Demo di Depan Gedung Merdeka, Polisi Antisipasi Kemacetan, Demo Tolak Omnibus Law,Demo di Gedung Merdeka,Dmeo Mahasiswa

Petugas kepolisian satuan lalu lintas Polsek Lengkong melakukan antisipasi kemacetan di Jalan Tamblong-Asia Afrika. Hal itu dilakukan karena adanya massa yang melakukan unjuk rasa menolak Omnibus Law di depan Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (20/10/2020). (Ayobandung.com/Fichri Hakiim)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Petugas kepolisian satuan lalu lintas Polsek Lengkong melakukan antisipasi kemacetan di Jalan Tamblong-Asia Afrika. Hal itu dilakukan karena adanya massa yang melakukan unjuk rasa menolak Omnibus Law di depan Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (20/10/2020).

Kanitlantas Polsek Lengkong Ipda Sonny Rinaldi mengatakan, pihaknya mengantisipasi arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan.

"Sementara para pengunjuk rasa sudah masuk ke lokasi, masih melakukan orasi. Kami dari jajaran Polsek Lengkong mengantisipasi juga untuk pengaturan lalu lintas, pengalihan arus, lalu mobil ada kelonjakan untuk sore hari ini." ujarnya.

Selain itu, polisi memberikan keamanan di sekitar wilayah unjuk rasa.

"Untuk kegiatan di Tamblong-Asia Afrika, kita lakukan penutupan jalan. Jelang sore hari cukup meriah ya, sehingga personel kami mengadakan pengaturan antisipasi juga, tadi ada unjuk rasa dari kampus Unla menuju ke Gedung Merdeka," katanya.

Sonny menuturkan, sebanyak 8 personel dikerahkan untuk mengantisipasi arus lalu lintas di sekitar Jalan Tamblong-Asia Afrika.

"Hari ini kita libatkan personel sejumlah 8 orang. Alhamdulillah masih cukup teratasi walaupun situasinya agak mendung tadi habis hujan, namun lancar, untuk pengaturan anggota kami," tutur Sonny.

Puluhan mahasiswa melakukan unjuk rasa di depan Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung. Massa menuntut agar pemerintah membatalkan Omnibus Law.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers