web analytics
  

Zona Merah Corona di Jabar Tinggal 2, Bandung Zona Apa?

Selasa, 20 Oktober 2020 14:31 WIB M. Naufal Hafizh
Bandung Raya - Bandung, Zona Merah Corona di Jabar Tinggal 2, Bandung Zona Apa?, Bandung zona oranye,Bandung Zona Apa?,Update Corona Bandung,update corona jabar,Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

Sejumlah warga beraktivitas di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Senin (5/10/2020). Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengumumkan Kota Bandung berstatus zona merah atau wilayah dengan penularan Covid-19 tinggi. Selain Kota Bandung, terdapat 4 wi;ayah lain yang statusnya zona merah seperti Kabupaten Bandung Barat, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bogor. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengumumkan zona merah di Jawa Barat tinggal 2 daerah, yakni Kabupaten Bekasi dan Kota Cirebon. Lantas, sekarang Kota Bandung zona apa?

"Zona merah sekarang hanya dua, Kabupaten Bekasi dan Kota Cirebon. Mudah-mudahan dengan metode yang terus kita lakukan zona merah bisa nol sama sekali," kata Ridwan Kamil dalam konferensi pers yang digelar di Makodam III Siliwangi Kota Bandung dan disiarkan secara daring, Senin (19/10/2020).

Pada konferensi pers tersebut, Ridwan Kamil tidak menyebutkan Kota Bandung masuk zona mana. Namun, pada pekan sebelumnya, Senin (12/10/2020), Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat turun dari zona merah ke zona oranye.

Pada pekan tersebut, hanya 3 daerah di Jabar yang masuk zona merah corona: Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, dan Kuningan. Dengan begitu, dalam 4 pekan terakhir, hanya Kabupaten Bekasi yang terus berada di zona merah.

"Zona-zona merah di minggu sebelumnya sudah bergeser. Kota Bandung sudah oranye, KBB oranye lagi. Bandung Raya tidak ada lagi zona merah," kata Ridwan Kamil, Senin (12/10/2020).

Zona oranye tetap harus waspada

Daerah yang saat ini tidak berada dalam zona merah atau risiko tinggi, diminta tidak lengah. Bagi daerah yang berada di zona oranye pun belum bisa merasa aman karena penularan Covid-19 masih terus terjadi.

"Target penanganan Covid-19 ini adalah seluruh wilayah dapat menjadi zona hijau, artinya tidak ada kasus baru di wilayah tersebut selama 4 minggu berturut-turut dan kesembuhannya mencapai 100%," ungkap Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (13/10/2020).

"Jangan berpuas diri karena daerahnya tidak berada di zona merah. Zona oranye tetap berbahaya dan berisiko untuk terjadi penularan. Apabila terus dibiarkan tanpa penanganan yang signifikan, maka wilayah ini berpotensi untuk menjadi zona merah," kata Wiku.

Dia mengingatkan kembali, peta zona risiko yang menunjukkan sebaran penularan Covid-19 di berbagai daerah dibuat berdasarkan data yang valid. Wiku menjelaskan, dalam zona risiko penularan di suatu wilayah menggunakan 3 indikator.

"Yaitu epidemiologi, surveillance kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan. Dari masing-masing indikator itu ditentukan skor dan pembobotan yang menggambarkan risiko di wilayah tersebut," katanya.

Untuk daerah zona oranye atau risiko sedang skornya dimulai dari nilai 1,81 hingga 2,4. Melihat nilai skor tersebut, jika suatu daerah mendekati 1,81 artinya kabupaten/kota tersebut semakin mendekati zona merah atau risiko tinggi pada pekan berikutnya.

Sebaliknya, semakin mendekati 2,4 maka kabupaten/kota tersebut semakin dekat berubah menjadi zona kuning atau risiko rendah pada pekan berikutnya.

Untuk itu pemerintah daerah harus tetap berupaya meningkatkan testing, tracing dan treatment (3T). Pemda juga diminta proaktif jika memerlukan bantuan dengan pemerintah pusat berupa kebutuhan penanganan seperti reagen, obat-obatan, insentif relawan dan sebagainya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers