web analytics
  

Pecinta Liga Inggris, Pelatih Persib Robert Alberts Ungkap Tim Kesukaannya

Selasa, 20 Oktober 2020 13:45 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Olahraga - Sepak Bola, Pecinta Liga Inggris, Pelatih Persib Robert Alberts Ungkap Tim Kesukaannya, Liverpool,Liga Inggris,Klasemen Liga Inggris,Liga Utama Inggris,Pelatih Persib Bandung Robert Alberts

Skuat Liverpool. (Liverpool/Twitter)

GEDEBAGE, AYOBANDUNG.COM -- Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, merupakan pecinta sepak bola sejati. Robert mengaku bukan tipe pemilih dalam menyaksikan sebuah pertandingan sepak bola. Bila ada pertandingan di televisi, dia tak segan menyimak dan menikmati jalannya pertandingan.

"Ketika saya sudah berada di depan televisi, saya akan menonton semua pertandingan yang ada. Saya bisa menonton banyak laga yang ada," kata Robert usai sesi latihan di Stadion GBLA, Selasa (20/10/2020).

Namun Robert mengaku memiliki kompetisi favorit. Pelatih berusia 65 tahun itu menggemari Liga Inggris dari sekian banyak kompetisi liga sepak bola yang ada di dunia.

"Saya perlu katakan Liga Inggris adalah liga yang paling atraktif. Meskipun tanpa penonton karena saya rasa antusiasme mereka terhadap sepak bola itu sangat luar biasa jika dibandingkan dengan liga lainnya. Liga Jerman juga sangat kuat tapi terlalu didominasi oleh beberapa klub saja," ungkap Robert.

Pelatih asal Belanda itu menilai, dalam Liga Inggris tidak ada tim yang sangat mendominasi. 

Menurut Robert hal itu menjadi daya tarik Liga Inggris lantaran sulit memprediksi siapa klub yang akan merengkuh kampiun di akhir musim. Bahkan tak jarang, kata Robert, tim yang tengah berkompetisi mampu mengejar ketertinggalan defisit tiga gol dalam sebuah laga.

"Di Inggris, tim yang biasanya mendominasi kini sudah tidak lagi. Saya juga menikmati bagaimana ketika ada tim yang sudah unggul 3-0 tapi laga berakhir 3-3 melawan klub dengan kualitas luar biasa," katanya.

Robert juga mengaku, salah satu pertandingan yang meninggalkan kesan baginya adalah Everton vs Liverpool pada akhir pekan lalu. Dalam laga itu, Robert menilai, kedua klub mampu menampilkan permainan atraktif, akurasi umpan yang apik, hingga pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.

"Di liga Inggris, beberapa hari lalu, ketika Everton menghadapi Liverpool, bisa disaksikan permainan yang atraktif, akurasi umpan yang bagus, cara mengambil keputusan dan kecepatan dalam berpikir, itu sangat enak untuk disaksikan," ungkap Robert

Sebagai pecinta sepak bola, Robert juga mangaku selalu menyukai penampilan sepak bola yang disuguhkan Liga Inggris. Dia menyukai teknik permainan sepak bola yang mengandalkan skil dan fokus pada permainan menyerang, seperti yang diusung Liverpool.

"Bisa dilihat Liverpool melakukan itu. Filosofi yang sederhana tapi pemain paham betul apa yang harus mereka lakukan bersama-sama dan itu sangat menyenangkan untuk ditonton," katanya.

2 Klub Favorit Robert
Dari sekian banyak tim di Liga Inggris, The Reds merupakan klub favorit selain Ajax Amsterdam --klub dari kota kelahiran Robert.

"Sejak saya masih muda, meskipun tim paling favorit saya adalah Ajax. Karena masa muda saya dihabiskan di sana, selama 8 tahun saya berada di Ajax dan itu bagian yang besar dalam karir sepak bola saya," katanya.

Robert mengakui Liverpool bukan klub Inggris yang difavoritkannya sejak awal. Kala itu, Robert justru menggilai Arsenal dan Leeds United, klub Inggris yang sedang berjaya di masanya. Namun lambat-laun, Robert mengaku kagum dengan gaya permainan dan performa Liverpool.

"Tim yang saya kagumi saat itu adalah Leeds United dan Arsenal, keduanya tim papan atas pada era 60-an di Inggris. Setelah itu, sejak ada hubungan antara saya dengan Liverpool, saya juga menjadi fans dari Liverpool selama beberapa tahun," katanya.

"Tapi yang pasti, saya itu fans dari tim yang memainkan sepak bola yang bagus, ketika Arsenal menjadi tim teratas dengan permainan sepak bolanya, saya memfavoritkan mereka. Saya tidak menyukai satu tim saja dalam waktu yang lama, tapi jika ditanya tim yang paling disukai, nomor satu tentunya Ajax, lalu Liverpool," ujarnya.

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers