web analytics
  

Dituding Lakukan Politik Uang di Lokasi Bencana, Ini Kata Oting

Selasa, 20 Oktober 2020 13:05 WIB Muhammad Ikhsan
Umum - Regional, Dituding Lakukan Politik Uang di Lokasi Bencana, Ini Kata Oting, Oting Zaenal Muttaqien,Politik uang Pilkada Cianjur,Politik uang di Pilkada,politik uang pilbub Bandung

Calon bupati Cianjur no.2, Oting Zaenal Muttaqien. (Ayobandung.com/Muhammad Ikhsan)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM — Calon Bupati Cianjur nomor urut 2, Oting Zaenal Muttaqien membantah memanfaatkan bencana untuk kegiatan kampanye dengan membagikan beras. Menurutnya, semuanya karena panggilan hati untuk membantu.

"Saya bergerak atas dasar ingin membantu warga yang kena musibah dengan membawa beras 1,5 ton dan 16 karung pakaian baru dan masih layak pakai," terang Oting kepada wartawan saat ditemui di DPC Partai Demokrat Kabupaten Cianjur, Selasa (20/10/2020). 

Saat itu, kata Oting, ia menitipkan bantuan beras dan pakaian bagi warga korban banjir ke salah satu pesantren. Ia hanya menitipkan pesan agar bantuan bisa tersalurkan kepada yang berhak menerima.

"Sudah itu saya pulang. Saya hanya menitipkan agar dibagikan," jelasnya.

Oting juga menegaskan ke timnya agar saat menyalurkan bantuan tidak harus ditemani. Alasannya, bantuan yang diberikan murni dari kantong pribadi untuk membantu korban bencana.

"Saya tidak tahu, apakah hari itu juga dibagikan atau besoknya karena saat itu tidak ada atribut apapun," tegas Oting.

Beras sebanyak 1,5 ton itu dibagikan untuk korban banjir bandang di dua wilayah. Di Kecamatan Leles disalurkan sebanyak 1 ton dengan pertimbangan jumlah warga terdampak bencana cukup banyak dan 500 kilogram di Kecamatan Agrabinta.

"Bantuan ini murni tidak ada kaitannya dengan pencalonan saya di Pilkada. Ini atas nama saya pribadi," kata Oting.

Oting mengaku tidak ada beban seandainya nanti dimintai keterangan untuk klarifikasi oleh Bawaslu. Oting baru mengetahui ramai kasus dugaan pelanggaran itu setelah membaca di media.

"Kita juga nanti akan konsultasi dengan tim kuasa hukum. Bukan kali ini saja saya memberikan bantuan untuk warga yang kena musibah," pungkasnya. 

Diberitakan sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Cianjur mendapat laporan dugaan adanya money politic yang dikakukan Ketua PAC Partai Gerindra Kecamatan Agrabainta setelah bencana alam di daerah tersebut dua pekan lalu.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Cianjur Hadi Dzikri Nur menjelaskan, dugaan adanya money politics itu terjadi di wilayah Kecamatan Agrabinta setelah terjadi bencana banjir atas laporan Panwascam Agrabinta.

"Berdasarkan laporan dari Panwascam Agrabinta terlihat Ketua PAC Agrabinta membagikan beras kepada korban banjir dan terpasang banner pasangan calon Bupati Cianjur nomor urut 2," kata Hadi pada wartawan di Kantor Bawaslu Cianjur, Senin (19/10/2020) lalu.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Polsek Karangnunggal Jadi Tempat Pembuatan SIM di Kabupaten Tasikmalay...

Regional Senin, 1 Maret 2021 | 18:28 WIB

Polres Tasikmalaya membuat sebuah kebijakan dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Yakni dengan membuat tempat p...

Umum - Regional, Polsek Karangnunggal Jadi Tempat Pembuatan SIM di Kabupaten Tasikmalaya, Polsek Karangnunggal,Polres Tasikmalaya,Pembuatan SIM di Kabupaten Tasikmalaya

Klaster Pesantren Muncul Lagi di Tasikmalaya

Regional Senin, 1 Maret 2021 | 17:33 WIB

Klaster Pesantren Muncul Lagi di Tasikmalaya

Umum - Regional, Klaster Pesantren Muncul Lagi di Tasikmalaya, Klaster pesantren Jabar,Klaster pesantren Covid-19,klaster pesantren Tasikmalaya,Covid-19 Tasikmalaya,Tasikmalaya

Takut Jarum Suntik, Polisi Ini Tutup Mata dan Teriak Saat Divaksin

Regional Senin, 1 Maret 2021 | 16:27 WIB

Takut Jarum Suntik, Perwira Polisi Ini Tutup Mata Saat Divaksin

Umum - Regional, Takut Jarum Suntik, Polisi Ini Tutup Mata dan Teriak Saat Divaksin, polisi takut jarum suntik,takut jarum suntik,Vaksin Covid-19,Vaksinasi Covid-19 Tasikmalaya

Desa di Tasikmalaya Belasan Tahun Alami Retakan Tanah

Regional Senin, 1 Maret 2021 | 15:47 WIB

Pergeseran tanah yang terjadi di Cianteg, Desa Setiawaras, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya pada Minggu (28/2/2...

Umum - Regional, Desa di Tasikmalaya Belasan Tahun Alami Retakan Tanah, pergerakan tanah tasikmalaya,pergeseran tanah tasikmalaya,bencana Tasikmalaya,BPBD Kabupaten Tasikmalaya

Tidak Semua Anggota DPRD Cianjur Ikuti Vaksinasi Covid 19, Kenapa?

Regional Senin, 1 Maret 2021 | 15:07 WIB

Pada pelaksanaannya, ada beberapa anggota DPRD dam staf Setwan yang tertunda divaksin karena alasan kesehatan.

Umum - Regional, Tidak Semua Anggota DPRD Cianjur Ikuti Vaksinasi Covid 19, Kenapa?, Vaksin,Cianjur,Anggota DPRD

Cerita PSK Hamil 7 Bulan di Kota Tasikmalaya. Jajakan Diri Usai Bercer...

Regional Senin, 1 Maret 2021 | 15:05 WIB

Kepada petugas ia mengaku nekat menjajakan diri meski dalam kondisi hamil tua lantaran terdesak kebutuhan ekonomi.

Umum - Regional, Cerita PSK Hamil 7 Bulan di Kota Tasikmalaya. Jajakan Diri Usai Bercerai, pekerja seks komersil (PSK) di Tasik,razia penyakit masyarakat (pekat),Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tasikmalaya.,kondisi hamil tua,terdesak kebutuhan ekonomi.

Kawasan Kumuh di Jabar Masih 2.000 Hektare

Regional Senin, 1 Maret 2021 | 14:36 WIB

Dinas Perumahan dan Pemukiman Jawa Barat mencatat masih ada 2.000 hektare luas kawasan di Jawa Barat (Jabar) yang termas...

Umum - Regional, Kawasan Kumuh di Jabar Masih 2.000 Hektare , Kawasan Kumuh,kawasan kumuh jabar,pemprov jabar,Berita Jabar

74 Warga Binaan Sukamiskin Bandung Sembuh dari Covid-19

Regional Senin, 1 Maret 2021 | 14:26 WIB

Kalapas Sukamiskin Asep Sutandar mengatakan, narapidana yang sempat dinyatakan positif virus Covid-19 sebanyak 74 orang....

Umum - Regional, 74 Warga Binaan Sukamiskin Bandung Sembuh dari Covid-19, Tahanan Sukamiskin positif Covid-19,Covid-19 Sukamiskin,narapidana positif Covid-19,Sukamiskin,Sukamiskin,Lapas Sukamiskin
dewanpers