web analytics
  

Sidang Vonis Sunda Empire Ditunda karena Hakim Cuti

Selasa, 20 Oktober 2020 12:05 WIB Fichri Hakiim
Bandung Raya - Bandung, Sidang Vonis Sunda Empire Ditunda karena Hakim Cuti, Sunda Empire,Rangga Sasana Sunda Empire

Suasana sidang perdana virtual kasus Sunda Empire di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan L.L R.E Martadinata, Kota Bandung, Kamis (18/6/2020). (Kavin Faza)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Pembacaan vonis putusan terhadap Sunda Empire harus mengalam penundaan. Vonis ditunda lantaran dua hakim tak bisa hadir ke persidangan.

Informasi tersebut disampaikan oleh salah seorang Majelis Hakim, Mangapul Girsang, di ruang persidangan Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (20/10/2020).

Hakim membacakan informasi penundaan itu di hadapan jaksa dan pengacara. Kemudian, tiga terdakwa yakni Ki Ageng Rangga Sasana, Nasri Banks dan Raden Ratna Ningrum mendengarkan melalui daring.

"Agenda sidang hari ini penundaan pembacaan putusan. Atas hasil musyawarah majelis, pembacaan putusan akan ditetapkan Selasa mendatang tanggal 27 Oktober 2020," ujar Hakim.

Mangapul mengatakan, sidang ditunda lantaran ada dua hakim yang berhalangan hadir. Keduanya yakni Ketua Majelis Hakim dan satu anggota hakim.

"Karena Ketua Majelis ada tugas dinas yang tidak bisa ditunda, harus ke Bekasi. Kemudian satu orang hakim anggota hingga hari ini masih menjalani cuti," katanya.

Sebelumnya, Sunda Empire sempat menghebohkan publik beberapa waktu ke belakang. Tiga terdakwa Sunda Empire dituntut hukuman selama empat tahun penjara. Ketiganya, yakni Nasri Banks, Raden Ratna Ningrum, dan Ki Ageng Rangga Sasana.

Hal itu ditetapkan dalam sidang penyebaran berita bohong Sunda Empire di Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Selasa (22/9/2020).

Agenda pembacaan tuntutan dari Kejati Jabar berlangsung dengan sistem video conference. Ketiganya diseret ke pengadilan karena dituduh bersalah melakukan tindak pidana membuat onar sebagaimana dalam Pasal 14 ayat (1) Undang-undang Darurat Nomor 1 Tahun 1946.

Dalam keterangan tertulis, JPU Kejati Jabar Suharja mengatakan, bahwa terdakwa satu Nasri Banks dengan terdakwa dua Raden Ratna Ningrum dan Ki Ageng Rangga Sasana telah melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan perbuatan dengan menyebarkan berita atau pemberitaan bohong dengan sengaja, yakni menerbitkan kebohongan di kalangan rakyat tentang adanya kerajaan Sunda Empire.

"Menjatuhkan pidana penjara masing-masing empat tahun penjara," ujar Kejati Jabar.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers