web analytics
  

2 Kurir Sabu di Bandung Terancam Hukuman Mati, Kenali Modusnya

Selasa, 20 Oktober 2020 12:01 WIB Fichri Hakiim
Bandung Raya - Bandung, 2 Kurir Sabu di Bandung Terancam Hukuman Mati, Kenali Modusnya, peredaran narkoba,sabu,narkoba Bandung

Barang bukti pengungkapan kasus peredaran narkoba jenis sabu di Kota Bandung. (Ayobandung.com/Fichri Hakiim)

GEDEBAGE, AYOBANDUNG.COM -- Petugas kepolisian Ditresnarkoba Polda Jabar mengungkap kasus kepemilikan narkotika jenis sabu seberat 1,5 kilogram dari kurir, SA dan C.

SA ditangkap di kontrakannya di kawasan Kampung Sukarame, Cileunyi, Kabupaten Bandung. Sementara itu, C diamankan di daerah Surya Sumantri, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar Kombes Rudy Ahmad Sudrajat mengatakan, saat ditangkap, polisi menemukan narkotika jenis sabu 1,5 kilogram.

"Yang bersangkutan menerima perintah dari tersangka N--masih DPO, di Tanjung Priok melalui telepon. Kemudian, (mereka) diperintahkan untuk mengambil sabu tempelan di daerah Ciawi," ujarnya di Polda Jabar, Kota Bandung, Selasa (20/10/2020).

Rudy menceritakan, SA dan C berperan sebagai kurir yang ditugaskan menempel (meletakkan) narkotika jenis sabu di tempat yang telah disetujui.

"Kemudian dibawa untuk ditempel lagi di daerah Sutami, Gegerkalong. Jadi barang buktinya itu ditemukan di sana, di Gegerkalong sebanyak 600 gram. Sedangkan yang dikirim sebanyak 2 kilogram, kemudian yang ditempel di Gegerkalong itu sebanyak 1,4 kilogram," kata Rudy.

Selain di Gegerkalong, SA sudah menempel narkotika jenis sabu di beberapa lokasi. "Yang 600 gram ini perintah dari N langsung kepada SA. Sisa 600 gram barang bukti ini sudah ditempel di beberapa tempat. Jadi keseluruhan ini totalnya seberat 2 kilogram, dari orang yang memerintah di Tanjung Priok," ujarnya.

Rudy menjelaskan, dari tangan SA dan C polisi mengamankan sabu total seberat 1,5 kilogram. Kemudian, polisi mengamankan barang bukti lainnya berupa timbangan, handphone, dan plastik klip berukuran besar maupun kecil.

"Untuk TKP SA itu di kontrakan di Cileunyi. Jadi dia menyewa satu kamar di sana, ditemukanlah barang bukti di sana sebanyak 1,5 kilogram, sabunya ini super gold, paling mahal, dan kemasannya pun berbeda," kata Rudy.

Akibat perbuatannya, SA dan C dijerat Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) dan atau Pasal 111 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Tersangka diancam hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers