web analytics
  

Kembar Trena-Treni Terpisah Sejak Usia 2 Bulan

Selasa, 20 Oktober 2020 10:43 WIB Heru Rukanda
Umum - Regional, Kembar Trena-Treni Terpisah Sejak Usia 2 Bulan, kembar Trena Treni,kembar terpisah 20 tahun

Trena Mustika bersama ayah kandungnya Enceng Dedi di rumahnya di Kampung Cipaingen, Kelurahan Sukamaju Kaler, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Senin (19/10/2020). (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Enceng Dedi (59) ayah kandung kembar identik Trena Mustik  Treni Fitri Yana mengatakan, keduanya terpisah sejak berusia 2 bulan. Saat itu kondisi kesehatan kedua anaknya kerap sakit-sakitan.

Dia kemudian diberi tahu oleh orang-orang tua di tempatnya tinggal di Ambon, Maluku, jika anak-anaknya harus dipisahkan agar kondisi kesehatannya membaik.

"Kakak istri saya juga memiliki anak kembar dan sakit-sakitan kemudian akhirnya meninggal dunia. Orang tua di sana menyarankan agar anak saya dipisahkan supaya tidak mengalami hal yang sama dengan anak kembar kakak ipar saya," ujar Enceng, saat ditemui di rumahnya di Kampung Cipaingen, Kelurahan Sukamaju Kalar, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya,  Senin, (19/10/2020).

Menurutnya, sejak itu anak kembarnya dititipkan ke sesama transmigran. Trena yang memiliki nama kecil Euis Trena Mustika dititipkan ke ustaz Ibrahim yang kini tinggal di Wanaraja, Kabupaten Garut, sedangkan Treni yang nama kecilnya Elis Treni Mustika diganti Fitri Yana dirawat oleh keluarga Pak Misranto dan Bu Rini.

Setelah itu istri saya hamil lagi anak terakhir, tapi kondisi kehamilannya beresiko sehingga dirujuk ke rumah sakit di Kota Ambon. Di sana saya sempat bertemu dengan Pak Misranto menanyakan soal Treni. Katanya ada di Komisanto lokasi transmigran.

"Pada usia satu tahun saya sempat bertemu dengan Treni. Saya peluk dia," ucap Enceng.

Enceng menambahkan, pada 1999 ada kerusuhan di Ambon. Dia mencari-cari keluarga Pa Misranto yang merawat Treni tapi tidak ketemu.

Dia kemudian mendapat kabar bahwa Treni dibawa pulang ke Pulau Jawa. Pihaknya kemudian memutuskan pulang ke Jawa dengan harapan bisa menemukan anak kembarnya tersebut.

"Saya cari-cari informasi soal keluarga Pa Misranto di Jawa, tapi tidak membuahkan hasil. Alhamdulillah, anak saya ketemu juga akhirnya dari postingan di media sosial. Saya tidak bisa berkata-kata pak saat mendapat kabar Treni ketemu," ungkap Enceng.

Yang membuat Enceng sedih adalah saat anak kembarnya yang terpisah puluhan tahun bertemu, istrinya sudah meninggal dunia 2 tahun lalu.

"Sebelum meninggal istri saya sempat bilang ke saya dan anak-anak jika Treni masih hidup. Itu pak yang saya sedihkan almarhumah tidak sempat melihat Treni sudah besar," ujar Enceng.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers