web analytics
  

Dituding Provokasi Massa, 3 Admin Grup STM se-Jabodetabek Diciduk

Selasa, 20 Oktober 2020 05:55 WIB
Umum - Nasional, Dituding Provokasi Massa, 3 Admin Grup STM se-Jabodetabek Diciduk, Demo STM di DPR,STM Bergerak,Demo Tolak Omnibus Law,Demo Tolak UU Cipta Kerja,Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law,Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja

Sejumlah massa saling lempar batu dengan petugas saat demo menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (8/10/2020). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menangkap tiga pemuda atas dugaan menyebarkan ujaran kebencian dan penghasutan demonstrasi menolak Undang-Undang Omnibus Law-Cipta Kerja. Mereka diklaim sebagai pihak yang memprovokasi massa untuk berbuat kericuhan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, ketiga pemuda tersebut masing-masing berinisial MLAI (16), WH (16) dan SN (17). Dua di antaranya, yakni MLAI dan WH merupakan admin grup Facebook STM Se-Jabodetabek.

"Followersnya sekitar 20.000 members. Kedua orang ini adalah admin daripada grup itu," kata Yusri saat dihubungi Senin (19/10/2020) malam.

Sementara itu, Yusri menyebut satu pemuda lainnya yakni SN merupakan admin akun Instagram @panjang.umur.perlawanan.

Yusri mengungkapkan bahwa SN melalui akun Instagram tersebut memprovokasi atau menghasut melakukan kerusuhan di beberapa demo sebelumnya termasuk pada demo Senin (20/10/2020) hari ini.

"Bukan (untuk demo), ini semua untuk melakukan kerusuhan, bukan demo, ini dihasut untuk kumpul, untuk melakukan kerusuhan," katanya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana sebelumnya mengklaim telah mengindentifikasi penggerak kerusuhan dalam aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang Omnibus Law - Cipta Kerja yang berlangsung pada 8 dan 13 Oktober 2020 lalu. Menurut dia, hingga kekinian pihaknya tengah melakukan penyelidikan.

"Ya kami sampaikan penggerak pelajar ataupun dari SMK, SMP, bahkan sampai SD ada beberapa yang sudah kami identifikasi ada beberapa dan terus kita lakukan penyelidikan," kata Nana di Mapolda Metro Jaya, Senin (19/10).

Hanya saja ketika itu, Nana belum membeberkan siapa-siapa saja sosok yang disebut menjadi penggerak kericuhan tersebut. Dia berdalih jika pihaknya diungkap masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

"Saat ini penggerak (aksi rusuh), kemudian kemarin banyaknya pelajar yang aksi kami kejar terhadap penggerak aksi (rusuh)," kata dia.

Dicap Anarko

Polisi sebelumnya mengungkap dugaan adanya oknum yang menunggangi aksi demonstrasi buruh dan mahasiswa menolak Undang-Undang Omnibus Law - Cipta Kerja hingga berujung bentrokan.

Dia juga mengklaim telah mengantongi sejumlah barang bukti.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus saat itu mengatakan bahwa aksi demonstrasi buruh dan mahasiswa yang murni untuk menyampaikan aspirasi penolakan terhadap Undang-Undang Omnibus Law - Cipta Kerja itu diduga ditunggangi oleh kelompok Anarko.

"Beberapa kelompok-kelompok yang memang datang tujuannya ke Jakarta sini, tapi itu dari beberapa daerah penyangga seperti Purwakarta Karawang, Bogor, Banten yang datang ke Jakarta sini memang tujuannya untuk melakukan kerusuhan," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (9/10) lalu.

Menurut Yusri dugaan tersebut muncul berdasar barang bukti sebuah pesan singkat dari handphone milik pelaku dan keterengan awal hasil pemeriksaan sementara. Dia memastikan bahwa aksi demontrasi hingga berujung bentrokan itu bukan dilakukan oleh massa aksi dari buruh dan mahasiswa.

"Bukan dari kelompok buruh yang memang akan menyuarakan (aspirasi)," ujarnya.

Adapun, Yusri menyebut bahwa massa aksi yang memicu terjadinya bentrokan hingga pengrusakan terhadap fasilitas umum sebagain besar ialah pelajar. Menurut Yusri, massa aksi pelajar tersebut sejatinya tidak lah memahami isu yang menjadi tuntutan serikat buruh dan mahasiswa.

"Didominasi oleh anak sekolah atau STM dan dia tidak tahu apa itu Undang-undang Cipta Kerja, yang dia tahu ada undangan untuk datang disiapkan kereta api disiapkan truk, bus, kemudian nantinya akan ada uang makan untuk mereka semua. Ini yang dia tau," katanya.

"Ini sementara masih kami dalami semuanya."

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Penyekatan Mudik Berhasil Kurangi 50% Kendaraan Keluar Jakarta

Nasional Jumat, 14 Mei 2021 | 14:06 WIB

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran, mengatakan kebijakan penyekatan larangan mudik Lebaran selama delapan hari at...

Umum - Nasional, Penyekatan Mudik Berhasil Kurangi 50% Kendaraan Keluar Jakarta, Penyekatan mudik 2021,Larangan Mudik 2021,Larangan Mudik,penyekatan mudik jakarta,Polda Metro Jaya

Nias Barat Diguncang Gempa Magnitudo 7,2

Nasional Jumat, 14 Mei 2021 | 14:01 WIB

Nias Barat Diguncang Gempa Magnitudo 7,2

Umum - Nasional, Nias Barat Diguncang Gempa Magnitudo 7,2, gempa nias barat,Gempa Terkini,bmkg

Polda Metro Jaya Putarbalikkan 64.612 Kendaraan

Nasional Jumat, 14 Mei 2021 | 13:52 WIB

Tercatat selama delapan hari atau sejak tanggal 6-13 Mei 2021, sebanyak 64.612 kendaraan diputarbalikkan arah oleh Direk...

Umum - Nasional, Polda Metro Jaya Putarbalikkan 64.612 Kendaraan, Polda Metro Jaya,kendaraan diputarbalik,Larangan Mudik 2021,Larangan Mudik

Fakta-fakta soal BLT BPJS Ketenagakerjaan yang Sebentar Lagi Cair

Nasional Jumat, 14 Mei 2021 | 11:05 WIB

BLT BPJS Ketenagakerjaan 2021 akan dicairkan untuk 48.965 orang penerima sebagai kelanjutan dari program yang sama di ta...

Umum - Nasional, Fakta-fakta soal BLT BPJS Ketenagakerjaan yang Sebentar Lagi Cair, blt bpjs ketenagakerjaan 2021,BLT BPJS Ketenagakerjaan,kapan blt bpjs ketenagakerjaan 2021 cair,Jadwal Pencairan BLT BPJS Ketenagakerjaan,blt bpjs,Subsidi Gaji,subsidi gaji rp600.000,Subsidi gaji karyawan,UPDATE BLT BPJS KETENAGAKERJAAN,Update BLT Hari In

Puncak Arus Balik Lebaran Idulfitri Diprediksi 16 dan 20 Mei

Nasional Jumat, 14 Mei 2021 | 10:01 WIB

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan puncak arus balik lebaran 2021 akan terjadi pada 16 Mei dan 20 Mei 2021...

Umum - Nasional, Puncak Arus Balik Lebaran Idulfitri Diprediksi 16 dan 20 Mei, Arus Balik,Puncak Arus Balik idulfitri 2021,puncak arus balik,arus balik 2021,arus balik 2021 kapan

Masyarakat yang Masuk Jakarta Mesti Tes Covid-19, Ini Lokasinya

Nasional Jumat, 14 Mei 2021 | 09:20 WIB

Masyarakat luar daerah yang akan memasuki wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi atau Jabodetabek diusulka...

Umum - Nasional, Masyarakat yang Masuk Jakarta Mesti Tes Covid-19, Ini Lokasinya , Tes Corona,Tes Covid-19,Jabodetabek,jakarta,Kementerian Perhubungan (Kemenhub)

Banyak Pemudik Positif Covid-19, Apa yang Harus Kita Lakukan?

Nasional Jumat, 14 Mei 2021 | 08:15 WIB

Banyak pemudik yang nekat pulang ke kampung halaman rupanya terkonfirmasi positif Covid-19. Lalu apa yang harus kita lak...

Umum - Nasional, Banyak Pemudik Positif Covid-19, Apa yang Harus Kita Lakukan?, Pemudik Positif Covid-19,pemudik positif corona,COVID-19,kasus covid-19 setelah lebaran

Novel Baswedan dan 74 Pegawai KPK Melawan Keputusan Penonaktifan

Nasional Jumat, 14 Mei 2021 | 08:01 WIB

Novel Baswedan dan 74 pegawai KPK atau Komisi Pemberantasan Korupsi yang dinonaktifkan Ketua KPK Firli Bahuri menyatakan...

Umum - Nasional, Novel Baswedan dan 74 Pegawai KPK Melawan Keputusan Penonaktifan, Novel Baswedan,novel baswedan dinonaktifkan,kpk,pegawai KPK dinonaktifkan

artikel terkait

dewanpers