web analytics
  

Bus Wisata Ngumbara Mengaspal November, Ini Dia Rutenya

Senin, 19 Oktober 2020 20:31 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, Bus Wisata Ngumbara Mengaspal November, Ini Dia Rutenya, Bus Wisata,Bus Ngumbara,Rute Bus Ngumbara

Bus Wisata. (Irfan Al-Faritsi)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai melakukan uji coba 2 unit bus wisata 'Ngumbara' awal bulan November 2020 mendatang. 

Rencananya bus serupa dengan Bandros di Kota Bandung tersebut, akan dioperasikan di jalur wisata Lembang dan kawasan Kota Baru Parahyangan, Padalarang. 

"Persiapan sudah matang, tinggal dioprasikan. Rencana ini harus tertunda akibat pandemi COVID-19, jika tidak ada kendala uji coba akan dilakukan mulai 1 November sampai akhir Desember 2020," kata Plt Kepala Dinas Perhubungan KBB, Asep Sehabudin di Ngamprah, Senin (19/10/2020).

Asep menjelaskan, dua unit bus wisata tersebut dipinjampakaikan dari provinsi ke KBB sejak awal 2020. Sekarang kendaraan tersebut sudah siap dan disimpan di kantor pelayanan pengujian kendaraan bermotor (uji KIR) Dishub, KBB. Bus tersebut diberi nama 'Ngumbara' singkatan dari Nguriling Bareng Masyarakat Bandung Barat.

Pada saat uji coba, lanjut Asep, di wilayah Lembang Bus Ngumbara akan melayani rute Alun-alun Lembang-Cibogo-De'Ranch-BIB-Sesko AU-Pasar Lembang-Floating Market-Farm House-The Great Asia Africa-Tahu Lembang, dan berakhir kembali di Alun-alun Lembang. Sementara di Padalarang rutenya berkeliling Kota Baru Parahyangan lalu ke Kompleks Perkantoran Pemerintahan KBB di Mekarsari, Ngamprah.

"Selama uji coba gratis, penumpang dibatasi maksimal 20 orang dan beroperasi baru Sabtu dan Minggu mulai pukul 10.00 WIB sampai 14.00 WIB," sebut Asep yang didampingi Kabid Angkutan Eman Sulaeman.

Menurutnya, dipilihnya wilayah Lembang karena merupakan jalur wisata. Begitupun dengan kawasan Kota Baru Parahyangan yang merupakan kawasan hunian modern dengan lingkungan asri. 

Sedangkan rute ke kompleks Pemda KBB dipilih agar masyarakat mengetahui hasil pembangunan yang memang didanai oleh uang rakyat. 

"Konsepnya adalah bus wisata makanya nanti ada tour guide juga hasil kerja sama dengan Dinas Pariwisata. Jika bus ini resmi beroperasi kami akan kerjasamakan dengan pihak ketiga, karena nanti penumpang juga ditarif dan pasti harus ada regulasi," ucapnya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers