web analytics
  

Terpisah Puluhan Tahun, Saudari Kembar Trena dan Treni Dipertemukan Lewat TikTok

Senin, 19 Oktober 2020 19:45 WIB Heru Rukanda
Umum - Regional, Terpisah Puluhan Tahun, Saudari Kembar Trena dan Treni Dipertemukan Lewat TikTok, Trena Treni,TikTok,Kembar

Saudari Kembar Trena dan Treni Dipertemukan lewat TikTok. (Heru Rukanda)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Saudara kembar Trena Mustika (24) dan Treni Fitriyana (24) akhirnya bisa bertemu setelah terpisah selama lebih dari 20 tahun. Pertemuan keduanya pun tak sengaja terjadi di media sosial TikTok, Senin, (12/10/2020).

Trena saat ini tinggal bersama keluarga di Kampung Cipaingen, Kelurahan Sukamaju Kaler, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, sedangkan adiknya Treni tinggal bersama keluarga angkatnya di Blitar, Jawa Timur.

Trena yang ditemui di rumahnya Senin, (19/10/2020) mengatakan, dirinya melihat Treni di aplikasi TikTok setelah diberi tahu tetangganya. Para tetangga mengira jika yang bermain TikTok itu dirinya. 

"Saya kaget, bahagia, dan shock saat melihat kok wajahnya mirip banget," ujar Trena.

Dengan campur aduk perasaan, Trena pun langsung mengabari orang tua dan saudara-saudaranya soal perempuan di TikTok yang mirip dengannya. Keluarga Trena pun heboh, pasalnya selama ini saudara kembar Trena yakni Treni tak henti-hentinya dicari tetapi belum berhasil.

Deni Zulfikar (29) kakak Trena mengatakan, sejak ada kabar soal salah seorang adik kembarnya yang hilang puluhan tahun silam langsung mencari kontak atau nomor teleponnya.

"Saya kepoin media sosialnya, mulai dari youtube, facebook, dan yang lainnya. Alhamdulillah ada nomor teleponnya. Saya langsung hubungi dia (Treni)," ujar Deni.

Menurut Deni, semula Treni tidak percaya jika apa yang disampaikannya mengenai dia memiliki saudara kembar yang tak lain adalah kakak kandungnya. Bahkan tidak merespon saat disinggung soal saudara kembar.

"Saya kirimkan foto-foto adik saya Trena, saudara kandung dan orang tua ke dia sampai KTP-nya juga," ungkap Deni.

Sementara itu, Enceng Dedi (59) ayah kandung anak kembar Trena dan Treni mengatakan, terpisahnya Trena dan Treni terjadi saat masih tinggal di Ambon, Maluku tahun 1999. Waktu itu dia mengikuti program transmigrasi dari pemerintah.

Dedi menjelaskan, waktu di Ambon istrinya melahirkan anak kembar perempuan. Cerita dari keluarga, anak kembarnya harus dipisahkan karena dikhawatirkan tidak akan hidup lama seperti yang terjadi pada anak kembar kakak iparnya. Sehingga dengan terpaksa dipisahkan. Tresna dititipkan ke ustadz Ibrahim yang saat ini tinggal di Garut dan Treni dititipkan ke keluarga pasangan Misranto dan Rini yang sama-sama transmigran.

"Waktu itu tahun 1999 kan ada kerusuhan di Ambon sehingga kami terpisah. Saya mencari keberadaan keluarga Misranto yang merawat Treni. Namun, tidak ketemu dan mendapat kabar pulang ke Jawa. Saya pun memutuskan pulang ke Jawa dengan harapan bisa menemukan keberadaan Treni," ujar Enceng.

Mendapat kabar soal keberadaan anak kembarnya yang terpisah selama lebih dari 20 tahun, Enceng mengaku bahagia. Rencananya saudara kembar Trena dan Treni ini akan dipertemukan pada hari Rabu (21/10/2020) di Kota Tasikmalaya.

"Keluarga belum menentukan tempat pertemuan nanti. Saya harap sih bertemunya di rumah saja," pungkas Enceng.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers