web analytics
  

Cegah Corona, Setiap Orang Punya Peran untuk Mengedukasi

Senin, 19 Oktober 2020 16:14 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Bandung Raya - Bandung, Cegah Corona, Setiap Orang Punya Peran untuk Mengedukasi, Sukarelawan Covid-19,pencegahan virus corona,Pandemi Corona

Sukarelawan menyimak arahan dari pemateri saat pelaksanaan Program Pelatihan Relawan Penanggulangan Covid-19 di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN 3 Bandung), Jalan Solontongan, Kota Bandung, Senin (19/10/2020). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BUAHBATU, AYOBANDUNG.COM – Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan mengatakan, setiap orang--khususnya sukarelawan di luar tenaga medis--memiliki peran mengedukasi masyarakat dalam mengubah perilaku untuk mencegah virus corona.

Hal itu dikatakan Lilik Kurniawan dalam pembukaan pelatihan relawan di SMKN 3 Kota Bandung, Jalan Solontongan, Kota Bandung, Senin (19/10/2020). 

Sebanyak 3.000 sukarelawan di kawasan Bandung Raya direkrut Satgas Penanganan Covid-19 melalui Tim Koodinator Relawan. 

Ribuan sukarelawan yang berasal dari berbagai organisasi masyarakat dan perorangan ini akan memberikan ilmu dan sosialiasi terkait covid-19 kepada masyarakat sekitar. 

Sebelum terjun ke lapangan, para sukarelawan akan menjalani pelatihan selama dua pekan di SMKN 3 Kota Bandung mulai Senin (19/10/2020) hingga awal 9 November 2020.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan menyampaikan, sukarelawan yang ikut bergerak untuk perang melawan Covid-19 bukan hanya dari kalangan tenaga medis atau para ahli saja. Menurut Lilik, setiap orang bisa berkontribusi mengedukasi masyarakat dalam mengubah perilaku demi pencegahan Covid-19.

Karenanya, materi yang diberikan kepada sukarelawan ini berfokus pada komunikasi sosial, prinsip kerelawanan agar bisa memotivasi, masalah protokol kesehatan, hingga ketahanan pangan dan ekonomi.

"Selama 15 hari ke depan kami akan mencetak agen perubahan untuk perilaku penanganan covid-19. Apalagi Bandung Raya ini miniatur Indonesia maka relawan akan menjadi agen perubahan sehingga cara penyampaian pun harus benar kepada publik. Harapannya, kami akan mengubah perilaku dan membuat masyarakat tetap sehat," ungkapnya.

Koordinator Relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Andre Rahadian menyampaikan, pelatihan sukarelawan ini sudah lebih dulu dilakukan di 2 wilayah lain, Jawa Timur dan Sumatera Utara. 

Total ada 6.500 sukarelawan yang ikut pelatihan secara daring. Keseluruhan, ada 116.000 sukarelawan yang merupakan gabungan dari perorangan, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi lainnya.

"Peran relawan lebih besar. Pencegahan Covid ini harus dilakukan di level terkecil pada tataran masyarakat. Relawan ini akan mengingatkan lingkungannya dalam bahaya Covid," kata Andre.

Selama pelatihan, sukarelawan akan dibekali ilmu untuk bisa disampaikan di masyarakat. Edukasi dan sosialisasi yang disampaikan nanti pun harus sejalan dengan program pemerintah. Sukarelawan itu pun harus menyesuaikan edukasi tentang bahaya Covid-19 ini sesuai dengan perilaku masyarakat sekitar.

"Harapannya edukasi bisa terbangun dari level terendah di masyarakat demi menekan penyebaran Covid-19 secara maksimal. Dan, manfaatnya para relawan bisa ini segera berkontribusi untuk menyampaikan langsung ke orang terdekatnya," ungkap Andre.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers