web analytics
  

Pro Kontra Rencana Pergantian Nama Provinsi Jabar di Cianjur Selatan

Senin, 19 Oktober 2020 14:39 WIB Muhammad Ikhsan
Umum - Regional, Pro Kontra Rencana Pergantian Nama Provinsi Jabar di Cianjur Selatan, Provinsi Sunda,Provinsi Jawa Barat,Pergantian Nama Provinsi Jabar,Berita Cianjur,Cianjur Hari Ini

Fadel Muhammad dalam Dialog Budaya di Bandung. (Ayobandung.com/Dudung Ridwan)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM — Wacana pergantian nama Provinsi Jawa Barat semakin ramai diperbincangkan, termasuk warga Kabupaten Cianjur wilayah Selatan atau disebut Pakidulan.

H Toto Iskandar (43) tokoh masyarakat Cianjur Selatan Kecamatan Leles terang-terangan menolak pergantian nama Provinsi Jawa Barat karena ada yang lebih penting daripada itu saat ini.

“Tidak perlu diganti…mengganti nama maka akan memakam biaya yang tidak sedikit,” kata Toto Iskandar kepada Ayobandung.com, Senin (19/10/2020).

Bahkan, Toto mengusulkan daripada sibuk pergantian nama Provinsi Jabar, alangkah baiknya lebih mendahulukan pemekaran kabupaten yang saat ini lebih penting demi kesejahteraan rakyat.

“Lebih anggaran untuk pergantian nama provinsi ini dialokasikan untuk pemekaran, termasuk Cianjur Selatan harus segera dilakukan kajian di tingkat provinsi,” katanya.

Di Jawa Timur, kata Toto, dihuni sekira 40 juta jiwa, jumlah kabupaten/kita sebanyak 42. Sementara itu, di Jawa Barat berpenghuni 52 juta jiwa, hanya ada 27 kota dan kabupaten.

Pendapat berbeda disampaikan Ceng Badri (45), tokoh pemuda Kecamatan Tanggeung, Kabupaten Cianjur, wilayah Selatan. Dia setuju dengan usulan pergantian nama Provinsi Jawa Barat.

“Saya setuju pergantian nama Provinsi Jawa Barat, tapi tidak setuju kalau jadi Provinsi Sunda, lebih pas kalau Provinsi Pasundan,” katanya.

Gapura masuk wilayah Kabupaten Cianjur wilayah Selatan, Pro Kontra Warnai Pergantian Provinsi Jabar

Wacana

Sejumlah tokoh Sunda mengajukan pengembalian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda atau Tatar Sunda. Usulan itu dituangkan di dalam Kongres Sunda yang digelar di Aula Rancage Perpustakaan Ajib Rosidi di Jalan Garut, Kota Bandung, Senin (12/10/2020).

Hadir di dalam sejumlah kongres tersebut sejumlah tokoh Kesundaan seperti Memet H Hamdan, Maman Wangsaatmadja, Iwan Gunawan, Ridho Eisy, Dharmawan Harjakusumah (Acil Bimbo), Andri P Kantaprawira, Ganjar Kurnia (eks Rektor Unpad), Adji Esha Pangestu, dan sejumlah tokoh lainnya.

Anggota DPD RI, Eni Sumarni, mengaku nama Sunda sudah nyaris tidak ada di peta, selain Selat Sunda. Padahal, Sunda dulunya sebuah kepulauan sampai Nusa Tenggara. Oleh karena itu, Eni menekankan Sunda bukanlah hanya sebuah etnis, tetapi sebuah nama geografis, sehingga tidak usah dibenturkan dengan kesukuan lainnya yang tinggal di Jawa Barat.

“Secara psikologis dan historis, ini sudah mendukung. Tinggal kita berani, dan kompak saja. Kami mengapresiasi tokoh masyarakat Jawa Barat yang menginginkan untuk mengubah nama provinsinya menjadi Provinsi Sunda. Apalagi dengan nama Sunda, dari dulu sudah ada," katanya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers