web analytics
  

Menikmati Lautan Kincir Angin di Taman Zandea Cijapati

Minggu, 18 Oktober 2020 12:17 WIB Fira Nursyabani
Gaya Hidup - Wisata, Menikmati Lautan Kincir Angin di Taman Zandea Cijapati, Taman Zandea,Wisata Bandung,Wisata selfie Bandung,Wisata kincir angin Bandung

Taman Zandea di Cijapati. (Ayobandung.com/Fira Nursyabani)

CIKANCUNG, AYOBANDUNG.COM -- Wisata outdoor banyak diburu pelancong di masa pandemi seperti saat ini. Alternatif wisata outdoor di Bandung yang bisa dikunjungi salah satunya adalah Taman Zandea.

Ada yang menarik di taman yang menawarkan wisata swafoto ini, yaitu lautan origami kincir angin berwarna-warni. Pemandangan luar biasa akan terlihat ketika ribuan kincir angin di sini berputar bersamaan saat ada angin kencang.

Kincir angin di Taman Zandea. (Ayobandung.com/Fira Nursyabani)

Pengelola Taman Zandea, Fauzan, mengatakan, taman yang berlokasi di Jalan Raya Cijapati, Mekarlaksana, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung ini sudah beroperasi sejak 19 November 2019.

Pada awalnya, lahan seluas 3 hektare ini difungsikan sebagai ladang tanaman seperti cabai dan jagung. Namun Fauzan kemudian berinovasi menjadikan lahan miliknya tersebut sebagai objek wisata.

"Dari segi keuntungan, lebih banyak ketika jadi tempat wisata," tuturnya kepada Ayobandung.com, Sabtu (17/10/2020).

Selain menyuguhkan pemandangan hamparan kincir angin, Taman Zandea juga memiliki sejumlah spot foto, salah satunya spot foto balon udara yang menjadi primadona.

Untuk bisa berfoto di balon udara, pengunjung perlu membayar Rp5.000 per orang di luar tiket masuk. Pengunjung bisa bebas berfoto dengan memakai asesoris yang tersedia. Bahkan penjaganya bersedia untuk dimintai bantuan memotret pengunjung.

Balon terbang di Taman Zandea. (Ayobandung.com/Fira Nursyabani)

Sedangkan tiket masuk ke Taman Zandea dibanderol dengan harga Rp10.000 untuk dewasa dan Rp5.000 untuk anak-anak. Objek wisata ini juga bisa dipakai tempat foto pre-wedding dengan harga sewa Rp300.000 untuk 5 orang plus kru.

Selain balon udara, masih banyak spot foto lainnya yang bisa dipakai pengunjung secara gratis. Ada juga gazebo tempat pengunjung istirahat dan makan-makan bekal bawaan sendiri.

"(fasilitas di sini) ada ayunan, gazebo-gazebo untuk makan-makan gratis. Kalau minggu nasi timbel bakso ada," kata Fauzan.

Fauzan mengatakan, kincir-kincir angin di sini secara berkala diganti jika warnanya sudah pudar. "Biasanya yang warna merah yang cepat hancur, yang kuning masih bagus sejak awal," ujarnya.

Di akhir pekan, Taman Zandea bisa dikunjungi oleh lebih dari 500 wisatawan. Ke depannya, Fauzan mengatakan taman ini akan diisi oleh wahana-wahana baru seperti sepeda layang dan flying fox.

Meski berada di luar ruangan, Taman Zandea tetap menerapkan protokol kesehatan untuk menghindari penyebaran Covid-19. Pengunjung diminta untuk memakai masker dan tidak berkerumun.

Selain itu, pengelola juga menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun.

 

Wisata edukasi

Fauzan mengatakan, selain menjadi wisata swafoto, Taman Zandea juga dibuat untuk menjadi objek wisata edukasi. Sejak Maret lalu, sudah banyak anak-anak sekolah melakukan eduwisata di sini dengan belajar menanam bunga matahari. 

"Untuk PAUD, TK, SD," jelas dia.

Selain mengajarkan cara menanam bunga, pengelola Taman Zandea juga menyediakan bibit-bibit tanaman yang bisa digunakan para siswa. Di taman ini, biasanya bunga matahari tumbuh subur di musim penghujan.

Namun eduwisata di Taman Zandea sementara ditiadakan mengingat sekolah masih ditutup karena pandemi belum mereda. Meski demikian Fauzan sudah bersiap membuka kembali wisata edukasi jika sekolah dinyatakan aman.

"Sekarang sudah ada banyak (sekolah) yang mulai nanya-nanya kontak (untuk booking)," katanya.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers