web analytics
  

Jejak Hidup Pollycarpus, dari Pilot hingga Terdakwa Pembunuhan Munir

Minggu, 18 Oktober 2020 12:47 WIB
Umum - Nasional, Jejak Hidup Pollycarpus, dari Pilot hingga Terdakwa Pembunuhan Munir, Pollycarpus meninggal,Pollycarpus positif Covid-19,Pollycarpus Budihari Priyanto,Karier Pollycarpus

Pollycarpus Budihari Priyanto. (Suara.com/Rizki Aulia)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Nama Pollycarpus Budihari Priyanto mulai dikenal dalam kasus pembunuhan aktivis hak asasi manusia (HAM) Munir. Dia didakwa membunuh Munir saat menjadi pilot Garuda Indonesia.

Sampai akhirnya Pollycarpus meninggal dunia, Sabtu (17/10/2020) kemarin karena positif Covid-19. Pollycarpus meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama 16 hari di RSPP Jakarta.

Pemilik nama lengkap Pollycarpus Budihari Priyanto ini lahir di Surakarta, 25 Januari 1961.

Pollycarpus pernah menjadi pilot maskapai Garuda Indonesia yang terlibat kasus pembunuhan aktivis HAM Munir.

Awalnya, Pollycarpus merupakan seorang pilot senior maskapai Garuda Indonesia. Namanya tiba-tiba dikenal karena terlibat dalam kasus pembunuhan seorang aktivis HAM, Munir Said Thalib.

Ia ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tersebut pada 19 Maret 2005.

Diketahui bahwa Pollycarpus merupakan pilot yang bertugas dan berada dalam satu pesawat dengan Munir dalam perjalanan menuju Amsterdam.

Pollycarpus sempat divonis hukuman seumur hidup namun ia akhirnya dijatuhi hukuman 14 tahun penjara oleh majelis hakim.

Meski begitu, pada 4 Oktober 2006 Pollycarpus mengajukan kasasi dan dinyatakan tidak bersalah karena tidak terbukti melakukan pembunuhan berencana oleh Mahkamah Agung sehingga dibebaskan dan hanya menjalani hukuman 2 tahun penjara.

Tapi pada 25 Januari 2007, kejaksaan kembali mengajukan peninjauan kembali (PK) dan diterima oleh Mahkamah Agung.

Tanggal 7 September dikenang sebagai hari duka bagi para pejuang HAM atas kematian Munir.
Pollycarpus pun ditahan pada 25 Januari 2008 dan memvonis 20 tahun penjara karena terbukti meyakinkan dan melakukan pembunuhan terhadap Munir.

Pada tahun 2018 dirinya dinyatakan bebas murni dengan dalih kooperatif menjalani bimbingan dan melaksanakan wajib lapor.

Setelah dinyatakan bebas murni, Pollycarpus dikabarkan bergabung dengan Partai Berkarya yang diketuai oleh Tommy Soeharto.

Hal ini pun dikonfirmasi oleh Badarudin Andi Picunang yang menyebut bahwa Pollycarpus bergabung dengan Partai Berkarya karena telah memenuhi sejumlah persyaratan.

Meski begitu Pollycarpus membantah kabar tersebut. Ia mengaku sempat diajak untuk bergabung sebagai kader Partai Berkarya namun ia menolak karena merasa tidak menguasai politik.

Selain itu, banyak tawaran dari partai lain yang mengajak Pollycarpus bergabung tapi ia mengaku tak minat terjun di dunia politik.

Karier Pollycarpus tidak berhenti sampai di sana.

Tahun 2018 sesaat setelah dinyatakan bebas murni, Pollycarpus mengaku menjabat sebagai asisten direktur di PT Gatari.

Selain itu, ia juga bekerja untuk PT Cahaya Sakti dan menduduki jabatan sebagai direktur operasi.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers