web analytics
  

Mercedes-Benz S600 Mobil Kepresidenan yang Dipakai Hingga 4 Presiden RI

Minggu, 18 Oktober 2020 11:28 WIB
Bisnis - Otomotif, Mercedes-Benz S600 Mobil Kepresidenan yang Dipakai Hingga 4 Presiden RI, Mobil Kepresidem,Mercedes-Benz S600

Mercedes-Benz S600 Guard yang akan menjadi mobil Presiden Jokowi. (daimler.com)

AYOBANDUNG.COM -- Mobil kepresidenan tentu bukan mobil sembarangan, berbeda dengan mobil lain. Faktor keamanan dan teknologi adalah hal penting karena akan digunakan oleh orang nomor satu. Begitu pun presiden di Indonesia juga memperoleh mobil untuk menunjang tugas dan kegiatan kenegaraan dan mobilnya pasti luar biasa.

Sampai di periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo, Mercedes-Benz adalah merek mobil yang paling sering digunakan sebagai mobil kepresidenan Republik Indonesia.

Terdapat satu fakta menarik di mana ada satu mobil yang awet digunakan hingga 4 generasi presiden RI. yaitu Mercedes-Benz S600.

Mobil yang diproduksi tahun 1994 ini, menjadi mobil kepresidenan Republik Indonesia mulai dari B.J Habibie, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Megawati Soekarno Putri, dan Susilo Bambang Yudhoyono di era 2004-2009.

Dengan fakta tersebut, praktis Mercedes-Benz S600 berwarna hitam itu menjadi mobil kepresidenan paling lama yang digunakan.

Sebagai mobil kepresidenan, Mercedes-Benz S600 tentu saja punya tingkat keamanan yang tinggi, bahkan sudah tersertifikasi B6 yang membuat bodi dan kaca mobil jadi tahan peluru.

Mobil dengan mesin M120 V12 6000 cc ini, juga telah dilengkapi dengan run-flat tyre yang membuat mobil dapat tetap melaju dalam kecepatan tinggi, walaupun kondisi ban kempes.

Dengan mesin tersebut, Mercedes-Benz S600 mampu berakselerasi dari 0-100 kilometer per jam hanya dalam waktu 5.5 detik, dan tenaga 440 daya kuda juga torsi 623 Nm, mampu membuat mobil Jerman ini melaju hingga 288 kilometer per jam.

Melihat spesifikasi mesin dan juga tingkat keamanan yang tinggi, mobil yang diproduksi tahun 1994 ini jelas amat layak digunakan hingga 4 generasi presiden di Indonesia.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dudung Ridwan
dewanpers