web analytics
  

Meski Pandemi, Imunisasi Rutin Harus Terus Dilakukan 

Minggu, 18 Oktober 2020 07:45 WIB Andres Fatubun
Umum - Regional, Meski Pandemi, Imunisasi Rutin Harus Terus Dilakukan , Satgas Covid-19,Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo,Imunisasi Covid-19,Imunisasi

Ilustrasi imunisasi. (Katja Fuhlert dari Pixabay )

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Kementerian Kesehatan telah menyusun berbagai macam protokol kesehatan dalam pelayanan imunisasi rutin. Misalnya pengaturan kedatangan, penggunaan masker, pembatasan sosial, petugas kesehatan memakai Alat Pelindung Diri (APD), hingga inovasi yang sudah dijalankan saat ini.

Hal tersebut disampaikan dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Vaksinolog dalam forum dialog ‘Lindungi Diri Saat Pandemi’ yang diselenggarakan di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Sabtu (17/10/2020).

Ia mengatakan sekalipun pandemi, imunisasi rutin harus jalan terus. 

“Ini tidak boleh terjadi, jika cakupan imunisasi turun maka kita akan menghadapi outbreak [wabah] di tengah pandemi Covid-19. Imunisasi rutin harus tetap berjalan,” katanya

“Ada vaksinasi drive thru, ada [petugas] yang ke rumah. Keluarga kita harus mendapatkan imunisasi di masa pandemi. [kita harus sadar] bahwa imunisasi adalah tanggung jawab sosial, bukan soal melindungi diri sendiri,” lanjutnya. 

Imunisasi rutin pun diakuinya tidak hanya dilakukan untuk balita dan anak-anak, tetapi juga orang dewasa.

Pemerintah dengan sungguh-sungguh terus memastikan setiap warga negaranya terlindungi. Menjaga tetap berlangsungnya layanan imunisasi rutin adalah salah satunya.

Petugas Datangi Rumah
Petugas kesehatan dengan bantuan kader posyandu melakukan vaksinasi pada anak-anak usia di bawah lima tahun dari rumah ke rumah di Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (17/10).

Seorang petugas kesehatan mengunjungi rumah-rumah warga yang memiliki anak balita di lingkungan RW 10 Kelurahan Rangkasbitung Barat untuk melakukan vaksinasi DPT dan Polio. 

"Kami hari ini menargetkan lima balita di lingkungan RW 10 Kelurahan Rangkasbitung Barat," kata seorang petugas kesehatan, Siska.

Pelaksanaan vaksinasi dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Siska mengatakan ada 65 balita yang sudah harus mendapat vaksinasi DPT dan Polio di wilayah kerjanya.

Ia bersyukur tidak ada warga yang menolak anaknya divaksinasi di wilayah kerjanya. Menurut kader Posyandu RW 10 Kelurahan Rangkasbitung Barat, Ika, warga di wilayahnya sudah memahami pentingnya vaksinasi bagi tumbuh kembang anak.

"Kami tidak henti-hentinya selalu mengajak masyarakat yang memiliki anak agar anaknya divaksin, imunisasi sehingga tidak mudah terserang penyakit seperti campak dan polio," katanya.

Warga Sentral RW 10 Kelurahan Rangkasbitung Barat, Ida, bersyukur ada petugas yang datang ke rumah untuk melakukan vaksinasi pada anaknya. "Menurut jadwal anak saya harus sudah harus mendapat imunisasi DPT dan Polio," katanya. 

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers