web analytics
  

Kasus Covid-19 Wyata Guna Bandung, Guru dan Murid SLB Tidak Terdampak

Minggu, 18 Oktober 2020 07:01 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Kasus Covid-19 Wyata Guna Bandung, Guru dan Murid SLB Tidak Terdampak, Wyata Guna Bandung, Wyata Guna

Ilustrasi rapid test. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Saat ini, gedung Balai Wyata Guna yang terletak di Jalan Pajajaran Kota Bandung ditutup sementara. Pasalnya, terdapat sejumlah pegawai Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wyata Guna Bandung yang dinyatakan positif Covid-19.

Namun, kasus positif disebut tidak ditemukan pada guru maupun siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Wyata Guna. Pasalnya, para siswa telah melaksanakan sekolah daring sejak beberapa bulan lalu.

Hal tersebut disampaikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Advokasi SLBN A Kota Bandung Y. Tribagio. Ia mengatakan, kasus positif sejauh ini baru ditemukan di antara para pegawai Kementerian Sosial yang tergabung dalam BRSPDSN.

"Kalau untuk guru dan murid SLB sampai saat ini tidak terdeteksi, atau belum ada kabar kalau mereka terpapar Covid-19," ungkap Tribagio, Sabtu (17/10/2020).

"Yang saat ini sedang ramai dibicarakan di media adalah karyawan Kementerian Sosial pada balai dan anak asuhnya," terangnya.

Ia mengatakan, saat ini guru dan siswa SLBN A Kota Bandung tidak dapat mengakses gedung sekolah karena masih diisolasi dan berada dalam penjagaan. Namun, para siswa sudah tidak menjalani kegiatan belajar mengajar di sekolah sejak lima bulan lalu.

"Untuk siswa, mereka belajar dari rumah, jadi sudah lima bulan lebih tida datang ke sekolah. Untuk bapak dan ibu guru sampai sekarang belum mendapat pemeriksaan karena gedung masih 14 hari di-lock down," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Kepala BRSPDSN Wyata Guna Bandung Darsono mengungkapkan pihaknya menggelar tes PCR pada 5 Oktober lalu. Hasilnya menunjukan puluhan orang terkonfirmasi positif Covid-19.

Ia mengatakan bahwa kebanyakan yang terpapar tidak bergejala, atau masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). Alhasil, Balai Wyata Guna ditutup selama dua minggu terhitung sejak 7 Oktober 2020.

Editor: Andres Fatubun
dewanpers