web analytics
  

Petugas Lapas Banceuy Gagalkan Penyelundupan Narkotika lewat Sayur Tahu

Sabtu, 17 Oktober 2020 16:40 WIB Fichri Hakiim
Bandung Raya - Bandung, Petugas Lapas Banceuy Gagalkan Penyelundupan Narkotika lewat Sayur Tahu, Penyelundupan Narkotika di Lapas,Lapas Banceuy

Rumah Tahanan (Rutan) (Istimewa)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Petugas Lapas Klas II A Banceuy Bandung menggagalkan upaya penyelundupan barang narkotika diduga jenis sabu dan obat-obat terlarang, Sabtu (17/10/2020) sekitar pukul 11.00 WIB. Pelaku hendak mengelabuhi petugas dengan memasukkan obat terlarang itu ke dalam sayur tahu yang dikirimkan untuk seorang warga binaan. 

"Kejadiannya pukul 11.00 WIB hari ini. RP yang datang ke lapas sebagai seorang pengunjung hendak menitip makanan untuk seorang warga binaan berinisial I yang divonis selama lima tahun atas kasus penyalahgunaan narkotika," tutur Kalapas Banceuy Tri Saptono. 

Pelaku menyimpan narkoba dengan cara mencampurkannya di dalam sayur tahu. Petugas Penjaga Pintu Utama (P2U) menemukannya ketika memeriksa barang yang dibawa oleh RP.

"Kita ada prosedur saat tamu datang, petugas lalu menemukan barang terlarang itu di dalam sayur tahu. Jika dirincikan, barang terlarang itu terdiri dari 26 butir Riklona, 23 butir Dumolid, dan 2,04 gram sabu," jelas Tri.

Petugas segera mengamankan pelaku bersama barang bukti dan berkoordinasi dengan BNN Kota Bandung. Saat ini, RP telah diamankan petugas lapas. 

"Untuk antisipasi peristiwa serupa terulang, saya akan meningkatkan keamanan terutama di pintu utama dengan menggeledah detail siapa pun yang masuk ke dalam lapas," ujarnya.

Dilempar dalam Kantong Plastik

Upaya penyelundupan narkotika ini bukan kejadian pertama di Lapas Banceuy. Dalam catatan AyoBandung.com, pada Kamis (27/8/2020) petugas menemukan barang yang dibungkus kantong plastik hitam, berisi narkotika, dilempar ke dalam Lapas oleh orang tak dikenal.

"Kejadian pada pukul 08.00 WIB, berawal ketika petugas penjaga pos menara atas 2 sedang berjaga. Kemudian, petugas pos menara melihat benda mencurigakan di antara pos menara 2 dan 3," ujar Kalapas Banceuy Tri Saptono. 

Petugas mengecek bungkus plastik itu dan menemukan sebanyak 294 butir obat terlarang diduga jenis Riklona dan Alprazolam. Juga ditemukan 3 buah alat hisap vape, 3 bungkus serbuk, 2 buah liquid vape, serta 1 buah kabel data. 

Editor: Tri Joko Her Riadi
dewanpers