web analytics
  

Inovasi Jadi Kunci Butik Janameera Bertahan Selama Pandemi

Sabtu, 17 Oktober 2020 12:03 WIB Nur Khansa Ranawati
Bisnis - Finansial, Inovasi Jadi Kunci Butik Janameera Bertahan Selama Pandemi, Bisnis Hijab Bandung,Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),Janameera

Perwakilan butik Janameera Bandung, Bayu Utomo (tengah). (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Brand Janameera bukanlah pemain baru di dunia fesyen hijab Kota Bandung.  Berdiri sejak 2014, brand yang memiliki dua butik luring ini banyak digemari remaja dan dewasa muslimah untuk berburu pakaian formal maupun casual kekinian.

Meski demikian, bisnis Janameera yang terbilang langgeng tersebut tetap tidak dapat mengelak dari pukulan pandemi Covid-19. Sejak awal kemunculan corona di Indonesia, sebagaimana bisnis-bisnis lainnya, Janameera ikut mengalami kemerosotan pendapatan.

Perwakilan Janameera, Bayu Utomo, mengatakan, di awal masa pandemi, penjualan Janameera merosot hingga 80% dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya. Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah hingga daya beli warga yang menurun menjadi pemicu.

"Penurunannya hampir 80% waktu awal-awal pandemi," ungkap Bayu saat ditemui di acara Bike, Breakfast, and Sharing di Hotel Savoy Homann Bandung, Sabtu (17/10/2020).

Namun, kata dia, bisnis yang dimiliki oleh dua wirausahawati, Shinta Setiatin dan Yunita tersebut, saat ini sudah kembali berputar. Tak hanya menunggu pandemi surut, geliat bisnis tersebut muncul lewat sejumlah inovasi yang dilakukan baik dalam produk maupun pemasarannya.

Beberapa inovasi tersebut antara lain dengan mengembangkan produk baru yang berfokus pada pakaian rumahan atau home wear. Pasalnya, selama pandemi, banyak orang yang kesehariannya dihabiskan di dalam rumah.

"Selama pandemi ini kan banyak ibu-ibu yang sehari-harinya diam di rumah, bahkan suaminya pun sama. Dari situ kita melihat ada peluang tren pakaian rumah yang dibuat tetap modis," ungkapnya.

Berbeda dengan sekadar daster atau piyama, pakaian rumahan yang didesain Janameera tetap mengedepankan model kekinian. Karena itu, pakaian tersebut bersifat multifungsi; dapat dikenakan untuk bersantai di rumah maupun beraktivitas di luar.

"Sekarang ibu-ibu itu beli baju selain untuk penampilan, tapi juga untuk bikin konten (di media sosial). Jadi kami mendesain baju yang enak dipakai di rumah maupun untuk dipakai keluar dan bikin konten," ungkapnya.

"Selain modelnya bagus, bahannya juga harus enak dan nyaman dipakai di mana saja. Sebagai pelaku bisnis kita harus ngikutin zaman beradaptasi dengan pandemi," tuturnya.

Di samping  pakaian rumah multifungsi tersebut, Bayu mengatakan, Janameera mengeluarkan koleksi masker. Saat ini, pemakaian masker sudah menjelma kebutuhan pokok masyarakat.

"Masker ini juga harus kita pikirin. Bukan masker medis, tapi kita membuat masker yang modis. Penjualan set baju rumah dan masker ini terhitung tinggi, membantu banget," ungkapnya.

Untuk memaksimalkan penjualan inovasi produknya, dia mengatakan, Janameera terus berbenah secara online. Mulai dari menyiapkan sarana prasarana untuk melayani penjualan di marketplace hingga melakukan pemotretan katalog produk dengan gaya yang menggugah.

"Kita kemas foto produk online dengan menarik. Di marketplace juga harus matang, jangan slow respons, stok harus selalu di-update, dan foto harus sesuai dengan produk yang dijual," ungkapnya.

"Intinya harus tetap semangat dan jangan putus asa," tutupnya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers