web analytics
  

Satgas Covid-19 Harapkan Pesantren Ujung Tombak Perubahan Perilaku 

Jumat, 16 Oktober 2020 20:29 WIB Andres Fatubun
Umum - Regional, Satgas Covid-19 Harapkan Pesantren Ujung Tombak Perubahan Perilaku , Satgas Covid-19,Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo,Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito,Pesantren

Warga mencuci tangan di sebuah wastafel yang disediakan di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Selasa (13/10/2020). Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mencanangkan kampanye global Hari Cuci Tangan Sedunia sebagai upaya mencegah penyebaran pandemi Covid-19 yang jatuh pada 15 Oktober. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Dr. Sonny Harry D. Harmadi mengatakan pesantren diharapkan jadi ujung tombak di masyarakat dalam mensosialisasikan perubahan perilaku guna menekan virus corona melalui keteladanan dan edukasi.

Pondok pesantren merupakan kumpulan kaum cendikiawan, selain menerapkan pada dirinya juga memberitahukan kepada masyarakat.

"Kyai ini menjadi teladan bagi masyarakat sekitarnya sehingga sosialisasi yang dilakukan sangat efektif. Pondok Pesantren Darunnajah bisa menjadi contoh bagi pondok-pondok pesantren lainnya di Indonesia dalam menerapkan protokol kesehatan," kata Sonny Harmadi.

Sonny menambahkan selain aturan ketat yang sudah diterapkan, pesantren juga bisa menerapkan santrinya menggunakan peralatan pribadi dalam kegiatan sehari-hari. Misalnya peralatan makan dan beribadah guna menghindari penyebaran virus.  

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan perubahan perilaku paling penting dalam mengantisipasi penyebaran virus corona. Alasannya, penularan virus ini dari manusia yang masuk melalui mata, hidung, dan mulut.

"Perubahan perilaku ini menjadi penting. Pakai masker, jaga jarak dan menghindari kerumunan, serta cuci tangan pakai sabun di air mengalir upaya efektif menangkal Covid-19," ujar Prof. Wiku Adisasmito.

 

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers