web analytics
  

Merenungi Keistimewaan Hari Jumat

Jumat, 16 Oktober 2020 16:13 WIB Netizen Sam Edy Yuswanto
Netizen, Merenungi Keistimewaan Hari Jumat, Keistimewaan Hari Jumat,Islam

Suasana Salat Jumat di Masjid Raya Bandung, Kota Bandung, Jumat (11/9/2020). Masjid Raya Bandung tetap menggelar Salat Jumat dengan menerapkan protokol kesehatan wajib menjaga jarak, memakai masker, serta masjid tidak diisi penuh selama salat berjamaah. Sejauh ini belum ada imbauan dari pemerintah kota atau provinsi untuk memberhentikan sementara salat berjamaah di masjid. (Ayobandung.com/Ryan Suherlan/Magang)

Sam Edy Yuswanto

Penulis lepas, tulisannya tersebar di berbagai media, lokal hingga nasional.

AYOBANDUNG.COM -- Pada dasarnya setiap hari, apa pun itu, adalah baik. Mulai Senin sampai Ahad, asalkan pada hari-hari tersebut diisi dengan beragam kegiatan positif dan memperbanyak amalan ibadah, maka keberuntunganlah yang akan kita raih. Namun, bila sebaliknya, kita mengisi hari-hari yang ada dengan berbagai hal yang sia-sia, terlebih bila sampai meninggalkan ibadah yang menjadi kewajiban kita, maka kerugianlah yang akan kita dapatkan.

Semua hari adalah baik. Bila kita membaca sejarah di masa silam, dalam ajaran Islam ada satu hari istimewa yang sangat sayang bila kita lewatkan tanpa mengisinya dengan beragam kegiatan bermanfaat. Hari yang saya maksudkan adalah hari Jumat. Bisa dibilang, hari Jumat menjadi pemimpin dari hari-hari selainnya.

Bicara tentang keistimewaan hari Jumat, saya menemukan keterangan menarik pada laman NU Online (12/01/2018). Di situ dijelaskan bahwa Jumat adalah hari yang agung. Allah memuliakan umat Muhammad Saw dengan hari Jumat, yang tidak diberikan kepada umat-umat nabi terdahulu.

Mengapa Jumat menjadi hari istimewa? Ustaz M. Mubasysyarum Bih dalam NU Online (25/06/2019) menjelaskan, Jumat merupakan hari sangat spesial bagi umat Islam. Dalam beberapa referensi disebutkan, Jumat merupakan hari paling utama dalam satu minggu dan malamnya merupakan malam paling utama setelah malam laitalul qadar. Pada hari itu Allah menciptakan Adam. Pada hari itu pula Allah mempertemukan Adam dengan Hawa di Muzdalifah. Pertemuan inilah yang lantas menjadi dasar penamaan hari Jumat (yang berarti berkumpul).

Meningkatkan Ibadah Pada Hari Jumat

Karena Jumat menjadi hari istimewa dan spesial, maka sangat sayang bila umat Islam sampai melewatkannya begitu saja tanpa memperbanyak aktivitas positif atau sederet amalan ibadah bernilai pahala. Memang, yang namanya beramal kebajikan bisa dilakukan kapan saja dan pada hari apa saja, tapi khusus hari Jumat, alangkah lebih baiknya bila tiap muslim meningkatkannya, karena ada banyak keutaamaan di sana.

Mandi sebelum berangkat ke masjid untuk menunaikan shalat Jumat misalnya, juga termasuk amalan ibadah yang bagus dibiasakan. Ustaz M Mubasysyarum Bih dalam NU Online (25/06/2019) menjelaskan, mandi Jumat merupakan amaliah sunnah yang khusus dilakukan pada hari Jumat. Kesunnahan ini berlaku umum bagi siapa saja yang menghadiri shalat Jumat.

Ada sebuah hadis nabi yang bisa direnungi terkait mandi Jumat. Hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim ini dijelaskan Rizem Aizid dalam buku Aktivasi Mukjizat Hari Jumat (2019): “Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak rambut atau minyak wangi kemudian berangkat ke masjid dan tidak memisahkan antara dua orang, lalu shalat sesuai dengan kemampuan dirinya, dan ketika imam mulai khutbah, ia diam dan mendengarkannya, maka akan diampuni dosanya mulai Jumat ini sampai Jumat berikutnya”.

Bicara tentang dosa, ada dosa besar dan dosa kecil. Saya yakin, masih ada penafsiran lebih dalam lagi perihal diampuninya dosa bagi orang yang mandi sebelum menghadiri shalat Jumat (sebagaimana dijelaskan dalam hadis nabi tersebut).

 Apabila dosa-dosa tersebut berkaitan dengan sesama manusia, maka belum bisa terampuni begitu saja. Misalnya, dosa karena lari dari membayar utang, dosa karena telah menyakiti atau berbuat kezaliman kepada orang lain. Oleh karenanya, bila ingin mendapat ampunan Allah, selain bertobat dengan kesungguhan (termasuk diiringi rasa menyesal dan tak mengulangi lagi) ia juga harus membayarkan kewajiban utangnya dulu, dan meminta maaf kepada orang-orang yang pernah dizaliminya.

Perbanyak Shalawat   

Memperbanyak membaca shalawat juga termasuk amalan ibadah yang bisa ditingkatkan di hari Jumat. Terkait hal ini, KH. Ma’ruf Khozin, direktur Aswaja Center Pengurus Wilayah NU Jatim, menjelaskan hadis riwayat al-Hakim dan Baihaqi dari Abu Mas’ud: “Perbanyaklah kalian membaca shalawat kepadaku pada Jumat. Sebab tidak ada seorang pun yang membaca shalawat kepadaku di hari Jumat kecuali shalawat itu diberitahu kepadaku” (Republika.co.id, 13/02/2020).

Bila membaca hadis nabi tersebut, maka dapat diambil kesimpulan bahwa umat Islam yang membaca shalawat nabi pada hari Jumat (dengan diiringi rasa tulus, ikhlas, dan mengharap ridha-Nya) maka shalawat tersebut akan langsung sampai kepada Nabi Muhammad Saw.

Selain mandi sebelum menghadiri shalat Jumat dan memperbanyak membaca shalawat, tentu saja masih banyak ibadah yang seyogianya ditingkatkan pada hari Jumat. Misalnya, membaca Al-Quran, memperbanyak sedekah, dan lainnya. Selama ini, di beberapa daerah, mungkin kita pernah menjumpai orang-orang yang rela menyisihkan sebagian uangnya untuk dibelikan makanan dan minuman, lalu dibagikan secara gratis kepada umat Islam yang menunaikan shalat Jumat di masjid-masjid.

Bagi saya, kegiatan yang bernilai pahala tersebut merupakan perwujudan dari amalan bersedekah yang sangat positif dan perlu untuk dilestarikan. Bahkan kalau bisa diamalkan juga pada hari-hari selain Jumat. Tujuannya untuk membantu mereka, orang-orang yang kekurangan atau membutuhkan makanan dan minuman.

Mudah-mudahan tulisan singkat ini bisa menjadi sarana permenungan bagi kita bersama. Wallahu a’lam bish-shawaab.       

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers