web analytics
  

Pelaksanaan Layanan BK di Era New Normal

Jumat, 16 Oktober 2020 16:09 WIB Netizen Yupiter Sulifan
Netizen, Pelaksanaan Layanan BK di Era New Normal, Bimbingan Konseling,pembelajaran jarak jauh (PJJ),Pandemi Corona,Belajar Online

Layanan BK menggunakan Google Classroom. (Yupiter Sulifan)

Yupiter Sulifan

Guru BK SMA Negeri 1 Taman Sidoarjo

AYOBANDUNG.COM -- Untuk mengatasi hambatan dalam penyelenggaraan pendidikan dan proses kegiatan belajar mengajar di masa pandemi Covid-19, pemerintah pusat melalui Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 telah memperkenalkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan istilah Belajar Dari Rumah (BDR) yang dapat dilakukan secara dalam jaringan (daring), luar jaringan (luring) ataupun blended learning dengan memanfaatkan teknologi informasi yang ada.

Bagaimana dengan layanan bimbingan dan konseling?

Mengacu Permendikbud No. 111 tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, layanan bimbingan konseling terbagi dalam 4 komponen utama, yakni layanan dasar, layanan responsif, layanan peminatan dan perencanaan individual, serta dukungan sistem.

Dengan situasi pandemi Covid-19 ini dalam pelaksanaannya, pelayanan BK dari rumah dapat dilaksanakan secara daring jika peserta didik dan guru memiliki sarana prasarana yang memadai berupa perangkat digital dan akses internet. Selain perangkat teknologi, selain itu juga membutuhkan keterampilan guru untuk memanfaatkan teknologi pembelajaran dan aplikasi yang mendukung. Layanan BK secara daring dapat dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut.

1. Persiapan

Melakukan koordinasi dengan kepala sekolah terkait peran guru BK di era new normal dan proses pendampingan peminatan/penjurusan bagi peserta didik baru secara daring.

Menyiapkan rencana pelayanan bimbingan dan konseling dengan tahapan : menganalisis hasil evaluasi pelayanan bimbingan dan konseling selama masa pandemi Covid-19 dan era new normal, menyiapkan instrumen assesmen kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling di masa pandemi Covid-19 dan era new normal yang diisi baik oleh peserta didik, guru, maupun orang tua.

Menentukan prioritas layanan dasar yang diberikan. Layanan dasar difokuskan pada kecakapan hidup, seperti penyesuaian diri pada kebiasaan baru di masa pandemi Covid-19 dan era new normal.

Menentukan metode dan interaksi yang dipakai dalam penyampaian layanan bimbingan dan konseling secara daring, menyusun program dukungan bagi orang tua dalam mendampingi peserta didik selama melaksanakan kegiatan BDR, menyusun program tahunan dan semester secara daring yang fleksibel dan adaptif, serta membuat Rencana Pelaksanaan Layanan BK (RPL BK) secara daring.

Merencanakan alur kolaborasi dengan wali kelas, guru mata pelajaran, maupun orang tua peserta didik serta mengomunikasikan kepada kepala sekolah. Mempersiapkan perangkat digital yang dibutuhkan untuk memfasilitasi aktivitas layanan bimbingan dan konseling secara daring (PC/laptop/HP/akses internet). Mempersiapkan media layanan bimbingan dan konseling untuk aktivitas layanan bimbingan dan konseling secara daring.

Juga meningkatkan kecakapan memanfaatkan teknologi informasi untuk pembelajaran agar mampu menyediakan layanan BK secara bervariasi dan bermakna.

2. Pelaksanaan

Melaksanakan proses penjurusan, peminatan dan asesmen secara daring berdasarkan data obyektif yang dapat dipertanggungjawabkan dengan mempertimbangkan potensi akademik peserta didik, tujuan/cita-cita masa depan, serta daya dukung keluarga dan lingkungan.

Adanya asesmen kesiapan peserta didik dalam melaksanakan kegiatan BDR, baik kesiapan melaksanakan proses belajar mandiri maupun fasilitas pendukung belajar. Asesmen dapat dilakukan secara luring dengan formulir/ angket yang diberikan secara langsung maupun secara daring dengan menggunakan formulir daring, seperti Google Form, Microsoft Form, Zoho Form, Padlet, Mentimeter, Talkfusion, atau aplikasi lain.

Menyediakan data terkait potensi akademik maupun hasil asesmen daya dukung peserta didik (terkait ketersediaan sarana prasarana untuk kegiatan pembelajaran secara daring) sebagai bahan konsultasi bagi guru mata pelajaran untuk melaksanakan diferensiasi dalam proses pelaksanaan pembelajaran maupun evaluasi kegiatan BDR secara daring.

Membuka akses komunikasi kepada seluruh peserta didik bimbingannya melalui berbagai jalur/media komunikasi secara daring. Membuka akses komunikasi dengan orang tua peserta didik sebagai mitra dalam bersinergi mendukung keberhasilan peserta didik.

Memberikan layanan dasar yang difokuskan pada kecakapan hidup, seperti penyesuaian diri pada kebiasaan baru di masa pandemi Covid-19 dan era new normal, penguatan keterampilan belajar, membangun keterlibatan dan motivasi peserta didik untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh secara mandiri, kreativitas, dan ketahanan peserta didik menghadapi kesulitan selama melaksanakan kegiatan BDR.

Adanya layanan untuk membantu penguatan literasi teknologi yang mendukung peserta didik dalam pembelajaran jarak jauh yang dilaksanakan dengan cara sebagai berikut: layanan kelas besar/klasikal/kelompok menggunakan berbagai media komunikasi daring (web sekolah, blog, Instagram, Facebook, Youtube, Zoom Meeting, Cisco Webex, Microsoft Teams, Google Meet, Grup WhatsApp, Line, Telegram atau aplikasi lain).

Layanan individual menggunakan media interaksi pribadi melalui tulisan, suara, maupun audio visual menggunakan berbagai pilihan media komunikasi daring, seperti chat pribadi Instagram, WhatsApp, Line, Telegram atau aplikasi lain. Guru BK juga memberikan layanan perencanaan individual untuk membantu peserta didik sesuai dengan bakat, minat, dan cita-citanya secara daring.

Guru BK berkolaborasi dengan guru mata pelajaran dan wali kelas untuk membantu mengidentifikasi, memberikan dukungan, dan membantu pengentasan masalah peserta didik yang mengalami kesulitan belajar. Adanya kegiatan dukungan bagi orang tua peserta didik untuk memberikan pendampingan kepada peserta didik selama pelaksanaan kegiatan BDR dan layanan responsif untuk membantu peserta didik dalam mengentaskan permasalahan yang dihadapi, baik masalah pribadi, akademik, sosial,  maupun karier. Layanan konseling individual maupun kelompok dapat dilaksanakan secara daring dengan perantara media komunikasi, seperti chat pribadi pada aplikasi sosial media.

Melaksanakan pengembangan diri secara berkelanjutan agar mampu memberikan layanan bimbingan dan konseling yang lebih adaptif terhadap perubahan. Mendokumentasikan setiap kegiatan layanan yang diberikan dan pengembangan diri yang dilaksanakan sebagai bukti kinerja dalam bentuk jurnal maupun jejak digital.

3. Evaluasi

Memberikan umpan balik atas setiap karya yang dihasilkan oleh peserta didik selama layanan bimbingan dan konseling. Melakukan evaluasi dalam setiap proses layanan BK, evaluasi proses, evaluasi hasil ataupun evaluasi program.

4. Tindak Lanjut

Dengan melaksanakan refleksi dan menindaklanjuti hasil evaluasi layanan bimbingan dan konseling yang telah diberikan untuk meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling berikutnya. Serta membuat laporan hasil pelaksanaan program layanan BK kepada Kepala Sekolah.

Pelayanan BK, apapun keadaannya harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya demi memandirikan peserta didik. Sehingga tidak akan ada lagi pertanyaan, BK tugasnya apa kala pandemi ini?

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers