web analytics
  

Uu Ruzhanul: Gubernur Jabar Sudah Serap Aspirasi Buruh Tentang UU Cipta Kerja

Jumat, 16 Oktober 2020 15:45 WIB Andres Fatubun
Bandung Raya - Bandung, Uu Ruzhanul: Gubernur Jabar Sudah Serap Aspirasi Buruh Tentang UU Cipta Kerja, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum,Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Buruh Demo

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum (Humas Pemprov Jabar)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menegaskan apa yang dilakukan oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menemui pengunjuk rasa adalah untuk menyerap aspirasi.

Aspirasi tersebut akan disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia (RI) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Menurutnya apa yang dilakukan Emil merupakan implementasi dari keteladanan Bapak Proklamasi, Ir. Soekarno. 

"Ir. Soekarno sempat berkata bahwa saya adalah penyambung lidah masyarakat (menyampaikan aspirasi masyarakat)," kata Kang Uu. 

"Gubernur Jabar (Kang Emil) tidak memiliki kapasitas membatalkan, menyetujui, ataupun yang lainnya. Jadi, ini harus diluruskan kepada masyarakat dan pemerintah pusat," imbuhnya. 

Diberitakan sebelumnya pada Kamis (8/10/20), Emil didampingi Kepala Kepolisian Daerah Jabar Irjen. Pol. Rudy Sufahriadi dan Panglima Kodam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto menemui langsung para buruh se-Jabar yang menggelar demontrasi di depan Gedung Sate.

Sebelum menemui langsung para buruh, Emil sudah berrtemu dengan 10 orang perwakilan buruh di Aula Barat Gedung Sate. 

Uu mengatakan, langkah yang diambil Gubernur Jabar sudah sesuai dengan kaidah usul fiqih Islam, mencegah kemaduratan yakni menjaga ketertiban dan keamanan, serta mencegah munculnya bentrok dalam demontrasi tersebut itu lebih utama dari pada mengambil kemaslahatan.

"Dengan kebijaksaan, Kang Emil menemui dan mendengarkan semua aspirasi para buruh yang berdemo. Aspirasi para buruh itulah yang kemudian disampaikan Kang Emil kepada pemerintah pusat," ucapnya. 

Uu berharap, dengan penjelasannya terkait pertemuan Kang Emil dan para buruh, tidak ada misinformasi di masyarakat. Ia pun kembali menegaskan, Kang Emil hanya menyerap dan menyampaikan aspirasi para buruh kepada pemerintah pusat. 

“Saya berharap disudahi saja polemik ini (adanya misinformasi). Dan kalaupun ingin berpendapat, jangan gampang memberikan penilaian tanpa memahami,” kata Kang Uu. 

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers