web analytics
  

One Gate System Darunnajah Contoh Baik Penerapan Protokol Kesehatan di Pesantren

Jumat, 16 Oktober 2020 15:30 WIB Andres Fatubun
Umum - Regional, One Gate System Darunnajah Contoh Baik Penerapan Protokol Kesehatan di Pesantren, Aman, Iman, dan Imun,Satgas Covid-19,Pondok pesantren

Talkshow "Sosialisasi Iman, Aman dan Imun Hadapi COVID-19" dari Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB Jakarta, Jumat (16/10/2020). (BNPB)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Pandemi Covid-19 membuat kegiatan belajar di beberapa pesantren terhenti. Di beberapa kota seperti Cilacap, Banyuwangi, Bogor dan Tasikmalaya, klaster-klaster pesantren juga mulai bermunculan.

Satgas Penanganan Covid-19 mengantisipasi hal tersebut dengan melakukan kampanye perubahan perilaku di lingkungan pesantren. 

Salah satu contoh penerapan protokol kesehatan yang dinilai sukses adalah one gate system yang diterapkan di Pondok Pesantren Darunnajah.

Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, Dr. KH. Sofwan Manaf, mengatakan sistem tersebut sudah terbukti efektif mencegah penularan virus corona di pesantrennya yang memiliki 13.500-an santri.

"Jadi ada one gate system ini adalah semua orang (santri, pengasuhm dan guru) yang sudaha sehat tidak bisa keluar masuk pesantren. Di pondok pesantren kami yang melaksanakan luring, gurunya sudah tinggal dalam pondok," jelas Sofwan dalam talkshow "Sosialisasi Iman, Aman dan Imun Hadapi COVID-19" dari Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB Jakarta, Jumat (16/10/2020).

Sofyan menambahkan one gate system itu juga mengatur tata cara pertemuan antara wali murid dengan santri. 

"Wali murid yang mau ketemu harus daftar online. Seminggu itu kami hanya berikan izin 80. Pada saat bertemupun mereka harus menjaga jarak 2 meter. Wali dan murid tidak boleh berkontak fisik," tambahnya.

Selain one gate system, Sofyan mengatakan pesantrennya menerapkan disiplin yang harus sedikit dipaksakan. Ia memberikan contoh, siapapun yang tidak memakai masker di dalam pesantren akan dikenakan denda sebesar Rp250.000.

"Separuhnya untuk yang melaporkan, separuhnya lagi masuk kas. Tapi inti penerapan disiplin ini bukan untuk sanksinya, tapi kepada pemahaman untuk sama-sama menerapkan protokol kesehatan," tukas Sofyan.

Apa yang dilakukan di Darunnajah ini diapresasi oleh Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19, Dr. Sonny B. Harmadi.

Menurutnya, dengan sistem one gate system maka semuanya bisa terpantau dan terlokalisir. 

"Semuanya bisa terpantau. Santri yang sudah sehat tidak bisa bebas keluar masuk pesantren, begitu juga orang luar. Jadi ini bisa memutus rantai penularan," katanya. 

Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, yang hadir sebelum talkshow berlangsung menyatakan Iman, Aman, dan Imun harus dilaksanakan secara berbarengan. 

"Kita jangan merasa puas dengan menerapkan protokol kesehatan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. Hal ini harus dibarengi dengan keimanan agar kita lebh bersabar dan bisa mengendalikan diri. Setelah itu kita juga perlu meningkatkan imunitas dengan cara istirahat teratur, makan makanan bergizi, jangan begadang, dan hati harus gembira," tutur Doni.

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers