web analytics
  

Dinkes Bandung Minta Masyarakat Patuhi Protokol Jenazah Covid-19

Jumat, 16 Oktober 2020 14:39 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Soreang, Dinkes Bandung Minta Masyarakat Patuhi Protokol Jenazah Covid-19, Pemulasaran Jenazah Covid-19,jenazah pasien corona,Jemput paksa jenazah Covid-19,Jurnalisme Ubah Laku,Ubah Laku

Warga mempraktikkan pemulasaran jenazah Covid-19 di ruang isolasi mandiri Kampung Tangguh Nusantara di Kelurahan Kebon Kangkung, Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa (16/6/2020). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Grace Mediana mengingatkan masyarakat untuk mematuhi protokol penanganan jenazah terduga Covid-19.

Grace mengatakan beberapa waktu lalu ada pasien terduga Covid-19 di salah satu rumah sakit Kabupaten Bandung yang meninggal dunia dan jenazahnya diambil paksa oleh pihak keluarga.

"Dokter sudah mengatakan kalau pasien terduga Covid-19 karena melihat gejala dan dukungan penunjang. Memang saat meninggal hasil swab pasien belum keluar," tutur Grace, Jumat (16/10/2020).

Dokter menyarankan agar jenazah tersebut dipulasara sesuai dengan protokol penanganan Covid-19. Namun pihak keluarga tidak percaya dan membawa paksa jenazah dan dimakamkan seperti biasa tanpa menggunakan protokol kesehatan.

Beberapa hari kemudian, hasil swab pasien keluar dan dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung kemudian melakukan tracking dan tracing kepada keluarga dan orang yang mengikuti proses pemakaman.

"Ada 15 orang yang kami tracking dan tracing," ujarnya.

Hasilnya dua orang dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Saat ini, kata Grace, keduanya tengah melakukan isolasi mandiri.

"Kami berharap agar masyarakat bisa mengambil pelajaran dari kejadian ini. Patuhi protokol kesehatan, baik saat di Rumah Sakit, Isolasi, maupun dalam penanganan jenazah yang meninggal terkonfirmasi atau terduga Covid-19," katanya.

Dengan penerapan protokol kesehatan, risiko penyebaran Covid-19 kepada orang terdekat bisa diminimalisir, bahkan bukan hal tidak mungkin pandemi bisa segera berakhir.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers