web analytics
  

Ruang Henti Khusus Sepeda Motor Efektif Kendalikan Covid-19

Jumat, 16 Oktober 2020 10:16 WIB Adi Ginanjar Maulana
Bandung Raya - Bandung, Ruang Henti Khusus Sepeda Motor Efektif Kendalikan Covid-19, COVID-19

Ruang henti khusus (RHK) di Jalan Merdeka (Ayobandung.com/Fichri Hakiim)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Keberadaan ruang henti khusus roda dua di beberapa  perempatan lampu merah di Kota Bandung cukup efektif untuk menekan penyebaran Covid-19.

Seperti diketahui, ruang khusus roda dua sudah dibuat sejak pertengahan Juli 2020. Tak hanya di Kota Bandung, Polda Jabar membuat ruang henti khusus roda dua sebanyak 159 titik di perempatan lampu merah kabupaten/kota Jabar.

Seorang warga Panyileukan Kota Bandung, Ridho Effendi (38) mengakui keberadaan ruang henti khusus bagi roda dua sangat bermanfaat untuk pengendalian sebaran Covid-19 di jalan raya.

"Di perempatan lampu merah seringkali berdesakan. Adanya hal tersebut penyebaran bisa ditekan," katanya, Jumat (16/10/2020).

Di samping itu, kata dia, penggunaan masker saat berkendara dan mencuci tangan sesudah berkendara penting dilakukan agar tidak tertular virus Corona.

Oleh karena itu, dia juga meminta ada petugas di perempatan lampu merah untuk mengingatkan pengendara agar jaga jarak dan memakai masker.

Klaster Keluarga Menurun

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, dr. Rita Verita mengungkapkan, penyebaran Covid-19 khususnya di klaster keluarga telah menurun. Angkanya dari 33 persen menurun menjadi 20,5 persen

"Sekarang klaster keluarga itu berkurang. Hal itu berkat tracing yang ditindaklanjuti dengan karantina. Terakhir itu, klaster keluarga 20,5 persen," tuturnya.

Rita pun memastikan, saat ini pihaknya masih terus melacak setiap keluarga yang anggotanya terkonfirmasi Covid-19. Pelacakan dibantu oleh puskemas di tempat tinggal keluarga tersebut.

"Memang teman-teman puskesmas memantau dan memberikan informasi untuk tidak menimbul penularan. Selain itu, isolasinya tidak di rumah (pribadi) itu tapi di rumah isolasi," jelas Rita.

Data hingga Senin 12 Oktober 2020, tercatat penambahan 84 kasus sembuh. Sedangkan tingkat kesembuhan di Kota Bandung naik dari sebelumnya di angka 79,54 persen menjadi saat ini 83,44 persen. 

Tag
Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers