web analytics
  

Manchester United Disebut Miskin Pemain Berkarakter

Kamis, 15 Oktober 2020 23:36 WIB
Olahraga - Sepak Bola, Manchester United Disebut Miskin Pemain Berkarakter, Manchester United,Ole Gunnar Solskjaer

Ole Gunnar Solskjaer. (Reuters)

MANCHESTER, AYOBANDUNG.COM -- Mantan pemain bertahan Manchester United (MU), Paul Parker, menilai, di skuat United saat ini tidak ada pemain yang memiliki identitas dan karakter yang cukup kuat.

Sebagian besar penggawa MU saat ini, tutur Parker, cenderung sudah merasa puas dan nyaman lantaran bergabung dengan salah satu klub besar di pentas sepak bola Inggris. MU kini berada dalam sorotan tajam usai menelan dua kekalahan dari tiga laga awal Liga Primer Inggris musim ini.

Terlebih, di laga terakhirnya, tim besutan Ole Gunnar Solskjaer itu dicukur Tottenham Hotspur, 1-6, di Stadion Old Trafford, dua pekan lalu. Ini menjadi salah satu kekalahan terbesar di sepanjang sejarah partisipasi United di pentas Liga Inggris.

Parker, yang mempersembahkan dua titel Liga Inggris dan satu titel Piala FA buat MU itu, menyebut, para penggawa MU seperti kehilangan harga diri dan motivasi di laga kontra Spurs.

"Anda tidak bisa memaafkan mereka begitu saja kekalahan dari Spurs tersebut karena Anda tentu berharap, mereka bisa memiliki sedikit motivasi diri dan harga diri. Sedikit harga diri seperti, Kami tidak boleh kebobolan lebih banyak lagi," kata Parker seperti dikutip TalkSports, Kamis (15/10/2020).

Pemain bertahan MU pada awal dekade 90an itu pun menegaskan, sebagian besar penggawa Setan Merah saat ini sepertinya tidak memiliki motivasi diri dan keberanian untuk mengakui kesalahan mereka.

Tidak hanya itu, skuat United juga dianggap tidak memiliki pemain dengan identitas dan karakter yang kuat, yang bisa memotivasi diri mereka sendiri dan memiliki tekad kuat untuk meraih kemenangan.

"United kehilangan pemain yang memiliki identitas, yang datang dari sebuah klub dimana dia harus bekerja keras untuk berjuang keras untuk meraih kemenangan. Mungkin sejumlah pemain, saat dia pertama kali datang ke klub ini sudah merasa puas."

"Mereka sudah merasa senang bergabung bersama klub ini, dan merasa semuanya akan berjalan lebih mudah,'' kata mantan pemain bertahan timnas Inggris tersebut.

Mentalitas pemain dan kondisi inilah, kata Parker, yang menjadi perbedaan besar antara United pada awal dekade 90an dengan United pada saat ini.

"Pada saat ini, saya melihat United hanya sebagai klub yang terus membeli pemain. Namun, agar mereka bisa bangkit pada awal musim ini, mereka harus bekerja keras di sesi latihan, tentunya dengan orang yang tepat," ujar Parker.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers